Menu

Kembangkan Obat dari Bahan Alam, DEXA Diapresiasi WHO dan BPOM

20 Oktober 2025 11:05 WIB

sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Inovasi Dexa Medica dalam mengembangkan obat bahan alam berbasis biodiversitas Indonesia mendapat apresiasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pengakuan ini disampaikan dalam The 16th Annual Meeting of the WHO–International Regulatory Cooperation for Herbal Medicines (IRCH) yang berlangsung pada 14 Oktober 2025.

Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Dian Putri Anggraweni, menyebut inovasi Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) sebagai contoh nyata keberhasilan pengembangan obat bahan alam menjadi produk berstandar global.

“Dexa Medica adalah salah satu industri farmasi terbaik di Indonesia. Perusahaan ini telah melakukan banyak inovasi dalam pengembangan obat herbal. Kita bisa berbagi best practice tentang bagaimana Dexa Medica mengembangkan obat herbal menjadi produk berkelas global,” ujar Dian Putri dikutip dari keterangan resmi, Senin (20/10/2025).

Dian menegaskan bahwa langkah Dexa Medica sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem riset obat bahan alam dan pengembangan fitofarmaka nasional.

Dari pihak WHO, Pradeep Kumar Dua, Sekretariat WHO–IRCH, mengungkapkan bahwa strategi global terbaru WHO, Global Traditional Medicine Strategy 2025–2034, menempatkan regulasi sebagai salah satu dari empat tujuan utama.

“Regulasi ini tidak hanya membahas mengenai produk, melainkan juga mengatur praktik dan praktisi pengobatan tradisional, komplementer, dan integratif,” jelas Pradeep.

Ia menilai kolaborasi antara regulator dan industri seperti yang dilakukan Dexa Medica merupakan model kemitraan yang perlu diperluas di negara-negara anggota WHO.

“Saya melihat Dexa melakukan integrasi dan inovasi dalam pengembangan produk berbasis keanekaragaman hayati. Ini inisiatif penting yang perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Ketua IRCH, Sungchol Kim, menambahkan bahwa WHO mendorong penguatan basis bukti ilmiah dan peraturan yang tepat demi menjamin keamanan serta efektivitas obat bahan alam.

“Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk bertukar pengetahuan dan memperkuat sistem regulasi global,” katanya.

Selama kunjungan ke fasilitas DLBS, para delegasi meninjau laboratorium bioteknologi, pusat ekstraksi bahan alam, dan area pengembangan OMAI (Obat Modern Asli Indonesia). Pertemuan ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga internasional dalam mendorong Indonesia menjadi pusat riset biodiversitas farmasi tropis yang diakui dunia.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan