Zenitha
Di dalam dunia usaha, tantangan untuk mempertahankan usahanya terus berjalan memang selalu ada, sebut saja Riyansa Fikri yang memiliki usaha di bidang fashion muslimah lokal.
Pria lulusan jurusan teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB), bahkan sempat bekerja di bidang teknik tersebut, siapa sangka, kini berhasil membangun brand Zenitha yang digandrungi banyak orang dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekelilingnya.
Sebelum sesukses sekarang, rupanya Fikri hampir mengalami kegagalan dalam bisnis yang mulai dibangunnya pada 2018 lalu itu. Tepatnya di tahun 2020, berbarengan dengan masa pandemi, sistem reseller yang biasa digunakan oleh Fikri, kala itu mulai ditinggalkan, karena banyak orang lebih suka untuk belanja online.
Berkaitan dengan itu, di tahun 2022, Fikri mencoba peruntungan bisnis fashionnya melalui e-commerce Shopee.
"Di 2023, akhirnya coba jualan di Shopee, jadi 2022-2023 coba jualan di Shopee, dan akhirnya udah akselerasinya cepet," jelas Fikri dikutip Kamis (23/10/2025).
Pertumbuhan Zenitha pun semakin cepat, berkat Fikri yang terus belajar memahami fitur-fitur yang ada di Shopee, bahkan Fikri berhasil membawa Zenitha dalam program Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
"Makanya, kemarin sempat kaget juga sama UMKM Jagoan, karena dibanding yang lain ya, pada sepuh-sepuh jualan Shopee, saya termasuk yang relatif baru lah, terus bisa masuk UMKM Jagoan sampai 10 besar, terus jadi lumayan bangga kan lah makanya gitu," cerita Fikri.
Untuk produk yang dijual Zenitha sendiri, terdiri dari berbagai model gamis untuk perempuan, lalu koleksi sarimbit yang banyak diincar keluarga saat lebaran. Maka dari itu, Fikri mengaku omsetnya naik drastis saat masa-masa menjelang puasa hingga bulan puasa, karena banyak orang mencari baju lebaran.
"Untuk sekarang best seller-nya itu dress ya, kita lebih banyak ke yang dress-dress gitu, atau tunik-tunik. Terus kalau misalnya untuk di, apa namanya, di momen tertentu kayak kelebaran itu, kita ada family setnya," jelas adik Fikri yang juga membangun Zenitha.
Di bisnis fashion sendiri, menentukan model baju yang akan dijual itu sebuah tantangan, karena saat ini, selain bahan, orang-orang mempertimbangkan model baju hingga warnanya. Itu sebabnya, Fikri dan sang adik, selalu berusaha agar model dan bahan yang dijual tetap memenuhi keinginan pasar, tapi harganya tetap affordable.
"Untuk kayak dress-dress ini sendiri, kita tuh main di harga 150-an, dengan kualitas yang udah bener-bener oke banget, kayak jahitannya, terus kita QC juga sendiri, pokoknya bener-bener dari 0 sampai selesai itu kita produksi sendiri kan, jadi kita perhatikan semuanya juga," jelas sang adik.
Sementara itu, selain persaingan dengan sesama brand fashion loka, membangun usaha di bidang fashion pun harus menghadapi banjirnya baju dari luar negeri yang kerap memiliki harga lebih murah.
"Di baju itu, tantangannya adalah, pertama, produk luar negeri, itu penting juga, ekspor-ekspor yang ilegal, atau yang terlalu murah, jadi contoh kayak, Mbak pasti pernah lihat, kayak baju harga 30 ribu, 20 ribu, bisa jadi itu dari dalam negeri, produksinya, tapi bisa jadi banyak juga yang dari luar, jadi emang dia produksi di luar dan sebagainya, masuk ke sini, dengan, misalkan ilegal, jadi harganya bisa super murah, sementara kalau di luar negeri kan bisa lebih murah," tutur Fikri.
Meski begitu, Fikri percaya diri Zenitha akan selalu jadi pilihan masyarakat Indonesia karena memiliki model dan warna yang selalu disesuaikan trend, bahan premium, dan harga yang terjangkau.
Selain itu, Fikri pun terus memanfaatkan fitur yang tersedia di Shopee, seperti affiliate hingga live streaming. Ke depannya, Fikri mengaku ingin mencoba fitur ekspor melalui Shopee.