Miss Aesthetic International 2025 (Istimewa)
Malam final Miss Aesthetic International 2025 yang digelar sebagai bagian dari rangkaian acara ISWAM di Indonesia menghadirkan delapan finalis internasional yang bersaing memperebutkan peran sebagai duta edukasi kesehatan dan kecantikan anti-aging, Beauty.
Ajang ini mencari sosok dengan kemampuan komunikasi publik, wawasan estetika modern, hingga kepemimpinan sosial, sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan literasi kesehatan di era estetika global.
Berbeda dari beauty pageant konvensional, kompetisi ini menempatkan edukasi dan integritas sebagai indikator utama.
Para finalis dinilai melalui catwalk, stage act, hingga sesi deep interview yang menguji pemahaman seputar estetika, keamanan prosedur, kesehatan holistik, dan cara memaknai penuaan sehat.
Adapun penilaian dilakukan oleh tim juri profesional dibedah dengan kategori mulai dari confidence, public speaking, emotional intelligence, hingga visi sebagai duta.
Dalam sesi wawancara, finalis diminta menanggapi isu sensitif seputar tanggung jawab moral figur publik dalam mempromosikan perawatan estetika.
Ajang ini mendorong narasi baru bahwa kecantikan modern tidak hanya soal tampilan, tetapi juga literasi, empati, dan etika.
Nantinya, pemenang Miss Aesthetic International 2025 yakni Sherlain Holmes yang mewakili South Africa akan menjalankan tugas sebagai Duta Edukasi Anti-Aging dan Estetika, Beauty, yang mencakup edukasi publik mengenai prosedur yang aman, kampanye gaya hidup seimbang, dan pelibatan langsung dalam workshop serta kegiatan lintas negara.
Peran ini berada dalam jaringan global ISWAM dan ISAM Alliance yang tersebar di 44 negara.
Presiden ISAM, Assoc. Prof. Dr. Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed, menyebut perkembangan ini sebagai momentum besar.
“ISAM sebagai organisasi internasional kini memasuki era pertumbuhan paling progresif sejak berdiri. Tahun ini jumlah negara anggota bertambah hingga mencapai 44 Presidency, mencerminkan meningkatnya kebutuhan global terhadap standar kompetensi, kurikulum, dan regulasi berbasis sains dalam dunia estetika dan anti-aging,” ujarnya.
Ia menambahkan, hadirnya para Presiden negara anggota secara langsung menunjukkan komitmen bersama dalam menyatukan kebijakan pendidikan dan pertukaran pengetahuan internasional.
Melalui platform ini, kompetisi kecantikan bergeser menjadi ruang edukatif yang mendorong literasi kesehatan serta menciptakan representasi duta yang mampu menjembatani tenaga profesional dan publik di tingkat global.