Menu

Make Over Gunakan AI untuk Bantu Perempuan Kenali Wajah Lebih Presisi Lewat Face Archi/Tech

10 Desember 2025 08:53 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

Make Over memperkenalkan teknologi Face Archi/Tech sebagai inovasi baru yang memungkinkan perempuan mengenali struktur wajah mereka dengan lebih presisi. Teknologi ini dipresentasikan dalam rangkaian pengalaman MASTERSHADE Archi/Tech yang berlangsung pada 8–14 Desember 2025 di Spac8 ASHTA, Jakarta.

Program tersebut menggabungkan pemetaan face ratio berbasis kecerdasan buatan (AI) dan konsultasi langsung dengan lebih dari 30 makeup artist (MUA) profesional untuk membantu pengunjung memahami fitur wajah serta menentukan riasan yang paling sesuai.

ParagonCorp melalui Make Over menyampaikan bahwa pendekatan personalisasi riasan menjadi fokus utama layanan ini. Masstige and Advanced Beauty Marketing Senior Group Head ParagonCorp, Stephanie Lie, menjelaskan bahwa pemilihan shade hanyalah langkah awal dalam menentukan riasan yang presisi.

“Langkah personalisasi selanjutnya adalah seseorang bisa mengenali face ratio-nya sendiri—mulai dari eye, lip shape, hingga struktur fitur bagian wajah,” ujar Stephanie.

Stephanie menambahkan bahwa Face Archi/Tech mengintegrasikan Complexion & Color Finder yang digunakan pada program MASTERSHADE sebelumnya dengan teknologi pemetaan face ratio berbasis AI. Teknologi ini memberikan rekomendasi makeup placement yang lebih akurat, yang kemudian diterapkan pada delapan signature looks seperti Clean Girl, Korean, Igari, Latina, Thai, Douyin, Y2K, dan Editorial.

MUA Make Over, Sissy Sosro, menilai teknologi tersebut membantu memperkuat analisis profesional terhadap fitur wajah klien.

“Biasanya MUA melakukan scanning by feeling untuk menentukan visual wajah seseorang. Tapi adanya Face Archi/Tech membantu aku membaca struktur wajah secara lebih presisi dan bisa sebagai validasi dari feeling yang kita punya sebagai MUA,” katanya.

Pengalaman ini juga dimanfaatkan oleh publik figur Satine Zaneta, yang mengaku baru memahami bentuk wajahnya setelah mencoba layanan tersebut.

“Aku baru sadar kalau penting banget untuk kenal sama wajah kita sendiri. Ternyata face shape aku itu heart, bukan square,” kata Satine.

Hasil analisis melalui layanan ini dituangkan dalam personal beauty blueprint yang dapat digunakan kembali pada sesi riasan berikutnya.

Selain konsultasi kecantikan berbasis teknologi, program ini juga menyediakan ruang foto tematik serta kesempatan untuk mendapatkan layanan rias profesional dengan pembelian tiket tertentu.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan