Menu

Saat Indonesia Masuki Era Ageing Population, Lansia Makin Butuh Perawatan Tepat

05 Juni 2026 13:20 WIB

Lansia (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Siapa sangka ternyata Indonesia kini memasuki era ageing population atau masyarakat menua lho Beauty. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas diperkirakan mencapai 34,07 juta jiwa atau sekitar 12i total populasi. 

Seiring meningkatnya jumlah lansia, kebutuhan akan perawatan yang tepat di lingkungan keluarga pun semakin penting untuk diperhatikan.

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia tidak hanya menuntut kesiapan sistem layanan kesehatan, tetapi juga kesiapan keluarga sebagai pihak yang paling dekat dengan lansia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah menjaga kualitas hidup lansia agar tetap sehat, nyaman, dan bermartabat.

Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand Lifree bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DKI Jakarta menggelar webinar nasional bertajuk "Menuju Nol Dekubitus: Manajemen Keperawatan Komprehensif Inkontinensia Urine & Kesehatan Kulit Lansia" pada 30 Mei 2026. 

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 tenaga medis dan menghadirkan sejumlah pakar kesehatan untuk membahas tantangan perawatan lansia di Indonesia.

Perhatian terhadap kesehatan lansia dinilai semakin penting karena kualitas hidup mereka masih menghadapi berbagai kendala. Salah satunya adalah tingginya angka kejadian luka dekubitus atau luka tekan. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi luka dekubitus di Indonesia masih berada di atas 30%.

Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi kesehatan lansia, tetapi juga berdampak pada keluarga dan caregiver yang mendampingi mereka sehari-hari. Beban fisik maupun psikologis sering kali muncul ketika perawatan tidak dilakukan secara optimal.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., FINSDV, FAADV menjelaskan bahwa lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka dekubitus karena tubuh berada dalam posisi yang sama dalam waktu lama. Selain itu, paparan urin dan kotoran secara berulang dapat menyebabkan kelembapan berlebih yang merusak fungsi pelindung kulit.

"Kondisi kulit yang lembap ini menjadikannya lebih mudah mengalami maserasi, erosi, iritasi, serta sangat rentan terhadap gesekan (friction) dan pergeseran (shear)," jelasnya.

Sementara itu, Ns. Eka Widiati, M.Kep., Sp.Kep.An., ETN mengingatkan bahwa pencegahan luka dekubitus dapat dimulai dari rumah melalui langkah sederhana. Keluarga disarankan mengubah posisi tubuh lansia setiap dua jam, memeriksa kondisi kulit setiap hari, menghindari memijat area yang memerah, menjaga sprei tetap rapi dan kering, serta memastikan penggunaan produk yang dapat menjaga kulit tetap kering dan nyaman.

Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, mengatakan edukasi mengenai perawatan lansia menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan struktur penduduk di Indonesia.

"Unicharm memiliki misi yaitu mewujudkan masyarakat simbiosis Indonesia yang sehat, mandiri, nyaman, dan bahagia melalui produk penyerapan berkualitas seperti Lifree dan produk-produk unggulan kami lainnya. Melanjutkan upaya di 2024 dengan meluncurkan inovasi popok dewasa pertama bersirkulasi udara (100% breathable) dan mendapatkan bukti ilmiah melalui riset klinis bersama CRSU-FKUI pada tahun 2025 yang menunjukkan popok Lifree tipe perekat terbukti dapat memperbaiki kondisi kulit. Di tahun ini kami melangkah lebih jauh dengan mengedukasi lebih dari 1.000 tenaga medis melalui kolaborasi Webinar Nasional bersama PPNI. Melalui inovasi produk popok dewasa yang berkualitas tinggi serta edukasi dan menyebarluaskan cara penanganan lansia yang tepat secara berkelanjutan dengan melibatkan para ahli, kami ingin berkontribusi nyata dalam mewujudkan nol luka dekubitus di Indonesia demi menjaga kehidupan lansia yang sehat dan bermartabat," pungkasnya.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan