Trancetopia (Istimewa)
Lari semakin menunjukkan posisinya sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Beauty, aktivitas yang dulu identik dengan olahraga individu kini berkembang menjadi ruang untuk membangun komunitas, mengejar pencapaian pribadi, hingga berpartisipasi dalam aksi sosial.
Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap berbagai ajang lari yang digelar di Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan 910Nineten Race 2026 yang akan kembali digelar pada 11 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, ajang ini kembali menghadirkan kategori Half Marathon 21,195 kilometer, 10K, dan 5K.
Tahun ini jumlah peserta yang ditargetkan juga meningkat menjadi lebih dari 3.000 pelari, naik dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang diikuti lebih dari 2.000 peserta.
CEO 910Nineten Indonesia, Anastasia Irene, mengatakan bahwa event lari saat ini tidak lagi hanya menjadi sarana berolahraga, tetapi juga wadah untuk memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat.
“Dengan bangga kami akan kembali mengadakan 910Nineten Race yang kedua ini pada 11 Oktober 2026. Bukan sekadar ikut lomba dan berolahraga lari, race kali ini juga menjadi ajang bagi pelari dan masyarakat dapat berpartisipasi untuk melakukan aksi berbagi dengan sesama, sebab lomba kali ini akan menyisihkan dana dari pendaftaran peserta untuk didonasikan ke yayasan demi membantu sesama,” ucap Anastasia Irene saat konferensi pers di Jakarta.
Selain aspek sosial, banyak pelari kini menjadikan lomba sebagai kesempatan untuk mengukur perkembangan diri. Target personal best atau catatan waktu terbaik menjadi salah satu motivasi yang mendorong semakin banyak orang mengikuti berbagai kompetisi lari.
Race Director 910Nineten Race 2026, Asep Hadian, menjelaskan bahwa event tahun ini kembali dirancang untuk mengakomodasi pelari dari berbagai tingkat kemampuan.
“Acara ini menawarkan pengalaman lomba lari yang kompetitif, inklusif, dan penuh semangat komunitas. Acara ini dirancang untuk semua pelari, dari pemula hingga atlet elit, yang ingin punya personal best dan merayakan semangat berlari bersama dalam atmosfer yang unik dan energik. Kami mensupport para pemenang nasional yang akan masuk podium yaitu juara 1 sampai 5, male dan female dengan hadiah besaran yang sama dengan tahun lalu ditambah produk sepatu lari terbaru dari 910Nineten,” ulas Asep.
Perkembangan budaya lari juga mendorong masyarakat untuk lebih serius mempersiapkan diri. Influencer sekaligus enthusiast runner, dr. Tirta, menilai latihan lari saat ini semakin banyak dipadukan dengan aktivitas kebugaran lainnya untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda.
“Nah, kalo kalian bukan atlet maka jangan cuma running ikut juga ambil strength training dan workout, itu kalo tujuannya mau punya tampilan yang muscle kayak saya jadi pas mirror selfie terlihat keren lah, tapi kalo niatnya mau ngebut maka latihan terus, harus di pace yang nggak nyaman, turunkan berat badan dan fat-nya baru bisa lari kencang,” katanya.
Tidak hanya didukung oleh komunitas yang semakin besar, perkembangan gaya hidup lari juga ditandai dengan hadirnya berbagai inovasi perlengkapan olahraga yang membantu pelari berlatih dan berkompetisi lebih optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana lari kini telah berkembang menjadi bagian dari keseharian banyak orang, bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai sarana mengekspresikan gaya hidup aktif dan produktif.