Ilustrasi gendong kanguru (Freepik/EditedByHerstory)
Rutinitas ibu modern disebut mirip atlet endurance. Aktivitas harian yang padat dapat memicu kelelahan fisik dan mental berkepanjangan.
Moms, aktivitas sehari-hari yang dijalani para ibu ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Mulai dari menggendong anak, mengejar balita, membereskan rumah, hingga menyelesaikan pekerjaan dan berbagai tanggung jawab lain secara bersamaan, seluruh aktivitas tersebut disebut dapat memberikan tekanan fisik dan mental yang menyerupai latihan ketahanan atau endurance yang biasa dijalani atlet.
Fenomena ini diangkat Garmin melalui kampanye terbarunya bertajuk Women of Endurance. Kampanye tersebut menyoroti bagaimana perempuan modern, khususnya para ibu, menjalani apa yang disebut sebagai invisible training, yakni latihan tanpa garis finis yang berlangsung setiap hari tanpa disadari.
Menurut Garmin, banyak aktivitas harian yang dilakukan perempuan memiliki tuntutan fisik yang tidak ringan.
Menggendong anak sambil naik tangga atau membawa tas belanja, misalnya, dapat meningkatkan denyut jantung hingga setara sesi high-intensity interval training (HIIT). Sementara aktivitas multitasking yang berlangsung dari pagi hingga malam hari membutuhkan stamina dan fokus yang tak kalah besar dibandingkan olahraga ketahanan.
"Banyak perempuan menjalani aktivitas fisik dan mental yang intens setiap hari tanpa menganggapnya sebagai bentuk endurance. Garmin ingin membantu perempuan memahami bahwa tubuh mereka bekerja keras setiap hari, sehingga recovery dan pemantauan kesehatan menjadi hal yang sama pentingnya," ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.
Melalui kampanye ini, Garmin ingin mengajak perempuan melihat aktivitas keseharian dari sudut pandang yang berbeda. Pasalnya, kelelahan yang dirasakan sering kali bukan hanya berasal dari aktivitas fisik, tetapi juga akumulasi tekanan emosional, pekerjaan profesional, serta tanggung jawab mengurus keluarga.
Perusahaan tersebut menilai banyak perempuan terbiasa terus bergerak dan mengutamakan kebutuhan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Akibatnya, waktu istirahat sering kali terabaikan meski tubuh telah menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Kondisi tersebut dapat diperparah oleh fragmented sleep atau tidur yang terputus-putus, tingkat stres yang tinggi, serta kurangnya waktu pemulihan. Dalam jangka panjang, faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Selain mengangkat isu ketahanan perempuan, kampanye Women of Endurance juga menyoroti fenomena invisible fatigue, yakni akumulasi kelelahan fisik dan mental yang sering kali tidak terlihat dan sulit diukur. Untuk membantu perempuan memahami kondisi tubuh mereka, Garmin mendorong pemanfaatan data kesehatan melalui perangkat wearable guna memantau kualitas tidur, tingkat stres, proses pemulihan tubuh, hingga pola hidup sehari-hari.
Garmin juga menekankan pentingnya active rest atau istirahat yang dilakukan secara sadar dan terencana. Layaknya atlet profesional yang membutuhkan waktu pemulihan untuk menjaga performa, perempuan juga perlu memberi ruang bagi tubuh untuk beristirahat di tengah padatnya aktivitas harian.
Melalui kampanye tersebut, Garmin ingin mengajak lebih banyak perempuan untuk menyadari bahwa menjaga kesehatan dan pemulihan tubuh merupakan bagian penting dari keseharian. Sebab di balik berbagai peran yang dijalani setiap hari, tubuh perempuan juga membutuhkan perhatian yang sama besarnya agar dapat tetap berfungsi secara optimal.