Menu

Aktivitas Outdoor Tak Lagi Sekadar Hobi, Tapi Gerakan

22 Juni 2026 06:59 WIB

ANESSA (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Aktivitas seperti lari, bersepeda, hingga menjelajahi alam kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai cara menjaga kebugaran tubuh. Seiring meningkatnya kesadaran terhadap isu lingkungan, gaya hidup aktif mulai berkembang menjadi sarana untuk menciptakan dampak positif bagi alam dan masyarakat.

Tren tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan “Run for Coral” dan “Coral Plantation” yang digelar ANESSA di Bali pada 15–16 Juni 2026. Melalui program #SUNstainability, kegiatan ini menggabungkan olahraga, edukasi, serta aksi konservasi lingkungan dalam satu rangkaian aktivitas.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan cara pandang tersebut. Banyak komunitas olahraga kini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mulai mengaitkan aktivitas mereka dengan isu keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan di Bali diawali dengan lari pagi sejauh 5 kilometer bersama komunitas lari Runbeybihrun. Sejumlah sport dan lifestyle enthusiast, termasuk Dipha Barus dan Vanessa Budihardja-Barus, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Melalui aktivitas sederhana seperti lari bersama, peserta diajak melihat bahwa gaya hidup aktif dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Setelah sesi lari, kegiatan berlanjut dengan diskusi mengenai pentingnya perlindungan kulit saat beraktivitas di luar ruangan. Edukasi ini menjadi relevan mengingat semakin banyak masyarakat yang memilih berolahraga atau menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada pentingnya memilih produk yang tidak hanya memberikan perlindungan bagi kulit, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, khususnya ekosistem laut.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai konservasi terumbu karang bersama Ecoway Conservation dan travel serta diving enthusiast, Febrian. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami peran terumbu karang dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut Indonesia.

Sebagai bagian dari kegiatan, peserta turut berpartisipasi dalam penamaan 180 terumbu karang yang kemudian ditanam pada sesi Coral Plantation pada 16 Juni 2026.

Aktivitas tersebut menjadi simbol bahwa aksi menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Data yang dibagikan dalam kegiatan menunjukkan bahwa sejak 2023, program #SUNstainability telah berkontribusi pada penanaman lebih dari 600 terumbu karang sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian ekosistem laut Indonesia.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana aktivitas olahraga kini semakin berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan dan dampak yang dapat diberikan kepada alam.

Melalui kombinasi olahraga, edukasi, dan aksi konservasi, gaya hidup aktif saat ini mulai dipahami sebagai cara untuk menjaga kesehatan diri sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan