Menu

YATS Colony Yogyakarta Jadi Panggung Fashion Berbasis Lukisan

25 Juni 2026 01:55 WIB

Fashion (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Beauty, batas antara dunia seni dan fashion semakin tipis. Tren wearable art atau karya seni yang dapat dikenakan kembali mendapat sorotan melalui kolaborasi antara PURANA, PURAGRAPH, dan seniman kontemporer Anton Afganial yang akan diluncurkan pada 27 Juni 2026 di YATS Colony Yogyakarta.

Kolaborasi lintas disiplin ini berangkat dari lukisan Anton Afganial berjudul "Abundance" atau "Kelimpahan". Karya tersebut tidak hanya dipamerkan sebagai objek seni, tetapi diterjemahkan ke dalam koleksi busana yang memungkinkan pemakainya membawa cerita dan emosi dari sebuah karya seni ke dalam kehidupan sehari-hari.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana seni kontemporer kini semakin dekat dengan publik. Jika sebelumnya karya seni lebih banyak hadir di galeri atau ruang pamer, kini elemen visual dan filosofi di baliknya mulai hadir dalam bentuk yang lebih personal, yakni pakaian.

Pada koleksi ini, PURANA mengadaptasi sapuan kuas ekspresif Anton Afganial ke dalam motif dasar koleksi resort wear. Pendekatan tersebut sejalan dengan identitas jenama yang mengusung konsep "Livable Art" atau seni yang dapat hidup dan menjadi bagian dari keseharian.

Founder & Chief Creative Officer PURANA, Nonita Respati, mengungkapkan bahwa inspirasi koleksi lahir setelah melihat karya "Abundance".

"Setelah 17 tahun membangun Purana, saya menyadari bahwa kemewahan sejati adalah tentang penghargaan yang tulus," ungkap Nonita Respati.

"Ketika saya melihat karya Mas Anton yang berjudul 'Abundance', kami tahu kami ingin menyematkan sapuan kuasnya yang ekspresif langsung di dalam motif dasar orisinal kami. Koleksi ini terasa anggun, berlapis, dan bergerak dengan keanggunan seorang wanita yang tahu persis siapa dirinya dan apa yang dibawanya."

Sementara itu, PURAGRAPH menerjemahkan karya yang sama melalui pendekatan berbeda. Energi visual dari lukisan "Abundance" diolah menjadi statement patch tunggal yang ditempatkan pada siluet hitam-putih dekonstruktif khas jenama tersebut.

Bagi Anton Afganial, kolaborasi ini menjadi pengalaman ketika emosi yang semula hadir di atas kanvas mendapatkan ruang baru untuk dihidupi.

"Lukisan saya, 'Abundance', lahir dari sebuah kesadaran hening bahwa rasa penuh yang paling mendalam berasal dari hal-hal terkecil—tawa singkat, pertemuan yang hangat," ujar Anton Afganial.

"Melihat emosi-emosi ini keluar dari kanvas untuk dikenakan dan dihidupi, baik melalui kain Purana yang anggun maupun potongan Puragraph yang tegas, terasa seperti sebuah perayaan kehidupan yang terus berlanjut. Kami memahat kain menjadi arena bermain fisik bagi tubuh manusia."

Lead Designer PURAGRAPH, Maritza Putri, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut juga mencerminkan cara generasi kreatif memandang eksklusivitas saat ini.

"Untuk Puragraph, kami ingin mengambil kedalaman emosi yang sama dan memberikannya sentuhan urban yang berani tanpa mempersulit desainnya," jelas Maritza Putri.

"Generasi saya sangat menghargai eksklusivitas dan menahan diri. Dengan mengubah karya seni Afganial menjadi tambalan pernyataan (statement patch) tunggal yang ditempatkan secara cermat, kami membiarkan kelas kreatif mengenakan energi mereka layaknya lencana kehormatan langka di atas siluet kontemporer yang terstruktur."

Detail lengkap mengenai koleksi dan pameran kolaborasi ini akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran resminya pada 27 Juni 2026 di Yogyakarta.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan