Bluebird (istimewa)
Beauty, kerja keras orang tua sering kali menjadi awal dari perjalanan panjang anak meraih masa depan. Hal itu tergambar dari kisah Annisya Rizky Novalia, anak seorang pengemudi Bluebird yang kini berhasil berkarier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah menempuh pendidikan dengan dukungan Program Beasiswa Bluebird Peduli.
Annisya menerima beasiswa tersebut pada 2016 ketika masih duduk di bangku SMA. Tidak hanya dirinya, dua saudaranya juga memperoleh dukungan pendidikan yang sama.
Kini, ketiganya sama-sama berkarier sebagai PNS, sebuah capaian yang menurut Annisya tidak lepas dari perjuangan sang ayah yang bekerja setiap hari sebagai pengemudi taksi.
Bagi Annisya, beasiswa yang diterimanya bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Dukungan itu menjadi pengingat bahwa kesempatan yang diperoleh harus dijaga dengan usaha dan kesungguhan agar bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
"Beasiswa ini sangat berarti untuk saya dan keluarga. Melihat papa bekerja keras setiap hari sebagai pengemudi, saya belajar bahwa kesempatan harus dijaga dengan usaha. Papa membuka jalan lewat kerja kerasnya, sementara saya berusaha melanjutkan jalan itu dengan menyelesaikan pendidikan dan terus berproses sampai akhirnya bisa bekerja," ujar Annisya.
Ia juga mengaku selalu memandang pendidikan sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Bukan semata-mata untuk memperoleh pekerjaan yang baik, melainkan karena pendidikan membantunya memiliki cara pandang yang lebih luas dalam mengambil keputusan dan menyusun masa depan.
Kisah Annisya menjadi salah satu potret dari Program Beasiswa Bluebird Peduli yang telah dijalankan sejak 1998. Pada periode penyaluran kali ini, program tersebut diberikan kepada 1.945 anak pengemudi dan karyawan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, termasuk anak berkebutuhan khusus. Secara kumulatif, program yang disalurkan dua kali setiap tahun itu telah menjangkau sekitar 70.000 penerima manfaat.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengatakan pengemudi dan karyawan merupakan bagian penting dalam perjalanan perusahaan. Karena itu, dukungan tidak hanya diberikan kepada pekerja, tetapi juga kepada keluarga mereka melalui akses pendidikan.
"Pengemudi dan karyawan merupakan bagian yang paling penting dari perjalanan Bluebird Group. Karena itu, kami percaya bahwa dukungan kepada mereka juga perlu menyentuh keluarga dan masa depan anak-anak mereka. Melalui Program Beasiswa Bluebird Peduli, kami ingin terus membuka ruang bagi anak-anak pengemudi dan karyawan untuk belajar, mengasah potensi, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri," ujar Adrianto.
Dukungan tersebut tidak berhenti setelah beasiswa disalurkan. Para penerima juga dapat bergabung dalam Generasi Biru, sebuah wadah pengembangan diri yang menghadirkan berbagai pembekalan keterampilan, penguatan motivasi, hingga wawasan yang relevan untuk memasuki dunia kerja.
"Bagi kami, Generasi Biru menjadi ruang bagi para penerima beasiswa untuk melihat peluang yang lebih luas setelah mereka mendapatkan dukungan pendidikan. Kami percaya, anak-anak pengemudi dan karyawan memiliki potensi yang besar. Tugas kami adalah memastikan dukungan yang diberikan tidak berhenti pada bantuan pendidikan, tetapi juga membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk tumbuh bersama," tutup Andre.