Menu

Tradisi ke Runway, BTN IFW 2026 Angkat Ulos Jadi Inspirasi Fashion Masa Kini

30 Juli 2026 18:10 WIB

BTN Indonesia Fashion Week 2026 Resmi Digelar Usung Wastra Ulos Jadi Sumber Inspirasi (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Ulos kini tak lagi hanya dikenakan dalam upacara adat. Di panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, wastra khas Sumatera Utara itu tampil dalam sentuhan desain modern dan menjadi sumber inspirasi berbagai koleksi busana kontemporer. 

Mengusung tema Ulos Simetria, penyelenggaraan IFW tahun ini mengajak para desainer memadukan kekayaan budaya dengan inovasi fashion yang relevan dengan perkembangan zaman.

BTN Indonesia Fashion Week 2026 resmi digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat. Memasuki penyelenggaraan ke-14, ajang yang diinisiasi Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini menghadirkan ratusan desainer, pemilik brand, rumah mode, pengrajin kriya, hingga pelaku UMKM untuk memperkuat ekosistem fashion Indonesia.

Presiden Indonesia Fashion Week sekaligus Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono, mengatakan tema Ulos Simetria dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi di industri mode nasional.

"Melalui tema Ulos Simetria, kami ingin menegaskan industri mode Indonesia harus terus menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, antara kearifan lokal dan persaingan global, serta antara nilai budaya dan masa depan industri kreatif. Inilah semangat sebagai landasan Indonesia Fashion Week 2026," ujar Poppy Dharsono di JICC, Rabu (29/7/2026). 

Di atas runway, Ulos diterjemahkan ke dalam berbagai siluet dan gaya kontemporer tanpa meninggalkan makna filosofisnya sebagai simbol kehangatan, keseimbangan, harmoni, dan persatuan. Pendekatan tersebut menghadirkan perpaduan antara warisan budaya, kreativitas desainer, dan potensi ekonomi kreatif dalam satu panggung.

Beauty, penyelenggaraan tahun ini juga menunjukkan bahwa wastra Nusantara tak hanya memiliki nilai budaya, tetapi mampu mengikuti perkembangan tren fashion modern. Melalui eksplorasi desain yang lebih segar, Ulos hadir sebagai inspirasi lintas sektor, tidak hanya dalam dunia mode.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mengenal sekaligus mencintai Ulos sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

"Kami berharap Ulos semakin dikenal di mata dunia dan juga tidak hanya di bidang fashion saja, melainkan pula di bidang pariwisata, semakin dikenal juga di Generasi Z. Saya berharap kepada para desainer untuk lebih melirik lagi Ulos, karena warisan budaya Batak ini sangatlah kaya," kata Kahiyang Ayu Bobby Nasution.

Selama lima hari penyelenggaraan, 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, BTN Indonesia Fashion Week menghadirkan berbagai program, mulai dari fashion show, pameran dagang, talkshow, forum kreatif, pertunjukan hiburan, hingga festival kuliner yang mempertemukan pelaku industri kreatif dari berbagai daerah.

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, mengatakan Indonesia Fashion Week kini berkembang menjadi lebih dari sekadar panggung peragaan busana.

"Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia Fashion Week telah berkembang menjadi lebih dari sekadar panggung kreativitas. Ajang ini menjadi penggerak ekonomi kreatif, mempertemukan pelaku usaha, membuka akses pasar, meningkatkan transaksi dan investasi, dan memperkuat sektor pariwisata, serta menciptakan multiplier effect yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional," ujarnya.

Senada, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menilai kekayaan wastra Nusantara menjadi kekuatan utama industri fashion Indonesia. Menurutnya, pemerintah juga terus mendorong perluasan pasar internasional melalui jaringan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 32 negara untuk membuka peluang ekspor produk fashion berbasis budaya Indonesia.

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan