Bocah Indonesia (istimewa)
Moms, program hamil atau promil bukan hanya perjalanan perempuan. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Bocah Indonesia, dr. Cynthia Agnes Susanto, BMedSc, Sp.OG, FIICOG, mengingatkan pasangan untuk melakukan pemeriksaan kesuburan bersama karena faktor kesuburan dapat berasal dari pihak perempuan maupun laki-laki.
Menurut dr. Cynthia, pemeriksaan sejak awal membantu pasangan memahami kondisi kesuburan masing-masing sekaligus menentukan langkah program kehamilan yang lebih tepat. Dengan begitu, proses promil tidak semata-mata diarahkan kepada perempuan ketika kehamilan belum terjadi.
“Promil bukan tentang mencari siapa yang bermasalah, tetapi memahami kondisi pasangan secara menyeluruh agar penanganannya bisa lebih tepat,” ujar dr. Cynthia.
Pesan tersebut sejalan dengan upaya membangun pendampingan yang melibatkan pasangan selama perjalanan memiliki buah hati. Bocah Indonesia kemudian mempertemukan kembali keluarga yang pernah menjalani promil melalui Bocah Family Reunion pada Minggu, 30 Agustus 2026, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat.
Acara tersebut menjadi ruang bagi keluarga untuk berkumpul dan berbagi pengalaman setelah melewati berbagai tahap, mulai dari pemeriksaan kesuburan hingga program hamil, inseminasi, maupun bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Dhea Ananda turut hadir sebagai salah satu pejuang garis dua yang berhasil memiliki buah hati melalui program IVF.
Salah satu cerita yang kembali mendapat perhatian ialah perjalanan Beatrice, bayi tabung pertama yang lahir dari program IVF di Bocah Indonesia pada Januari 2020. Beatrice lahir setelah lima tahun penantian orang tuanya, Bunda Kartika dan suami. Enam tahun kemudian, ia kembali hadir bersama Bunda Kartika dalam acara tersebut.
Kisah tersebut hadir di tengah keluarga lain yang masih maupun telah melewati perjalanan promil. Bocah Family Reunion tidak hanya menghadirkan pertemuan dalam suasana nonklinis, tetapi juga kegiatan seperti tote bag painting, sensory play untuk anak, dan makan malam bersama keluarga, dokter, serta tim Bocah Indonesia.
“Setiap keluarga yang hadir hari ini membawa cerita perjuangan yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan, yaitu harapan yang tidak pernah padam. Bagi kami di Bocah Indonesia, melihat anak-anak seperti Beatrice tumbuh sehat dan bahagia bersama keluarganya menjadi pengingat terbesar mengapa kami melakukan semua ini,” ujar dr. Pandji Sadar, MBBS AMPH, Founder Bocah Indonesia.
“Family Reunion ini adalah cara kami menyampaikan terima kasih sekaligus merayakan setiap perjalanan yang telah dilalui. Kami ingin setiap pejuang garis dua mengetahui bahwa mereka tidak menjalani perjuangan ini sendirian,” lanjutnya.
Bocah Indonesia mendorong pasangan untuk lebih terbuka terhadap pemeriksaan kesuburan dan tidak menunda konsultasi apabila kehamilan belum juga terjadi.