Sumber: istimewa
Pilihan treatment estetika di Indonesia kini semakin beragam, seiring berkembangnya teknologi dan perangkat yang digunakan untuk menunjang penampilan. Namun, semakin banyak pilihan juga membuat masyarakat perlu lebih cermat sebelum menentukan treatment, bukan hanya berdasarkan tren, harga, atau klaim hasil.
Hal inilah yang menjadi perhatian dalam kampanye “Know Before You Glow”, program edukasi nasional yang diinisiasi PT Regenesis Indonesia dalam rangka Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026. Program tersebut mendorong masyarakat untuk lebih memahami aspek keselamatan sebelum menjalani layanan estetika medis.
Program yang digelar melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) ini membahas keselamatan pasien dari berbagai sisi, mulai dari regulasi dan pengawasan, pertimbangan medis, kompetensi tenaga kesehatan, hingga legalitas dan keaslian perangkat yang digunakan.
Dalam program tersebut, masyarakat diajak mengubah cara mempertimbangkan treatment estetika. Pertanyaan sebelum melakukan treatment tidak berhenti pada “treatment apa yang paling bagus?”, tetapi juga mencakup siapa yang melakukan treatment, di mana treatment dilakukan, jenis treatment yang diberikan, perangkat yang digunakan, serta bagaimana memastikan keamanan dan legalitasnya.
Ir. Emmy Noviawati, Director PT Regenesis Indonesia, mengatakan edukasi melalui Know Before You Glow menempatkan masyarakat sebagai bagian aktif dalam menjaga keselamatan diri.
Masyarakat didorong memiliki informasi yang cukup agar dapat mengambil keputusan secara lebih bijak, kritis, dan sadar ketika memilih layanan kesehatan maupun estetika. Selain webinar, kampanye ini juga menghadirkan platform Instagram Know Before You Glow yang berfokus pada edukasi mengenai hal-hal yang perlu ditanyakan dan dipertimbangkan sebelum memilih treatment.
Dari sisi regulator, perkembangan aesthetic devices juga perlu berjalan beriringan dengan aspek legalitas, keamanan, dan pengawasan.
Dra. Eka Purnamasari, Apt., M.K.M., Direktur Pengawasan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, menegaskan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas dalam setiap pelayanan kesehatan, termasuk layanan estetika.
Masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu memastikan perangkat yang digunakan memenuhi ketentuan terkait legalitas, keamanan, dan mutu serta dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan melalui situs Kementerian Kesehatan dan melaporkan dugaan pemalsuan alat kesehatan melalui Halo Kemenkes 1500-56.
Perhatian terhadap aspek tersebut semakin penting karena masih terdapat perangkat estetika yang tidak jelas legalitas, keaslian, maupun sumber distribusinya. Edukasi mengenai risiko penggunaan perangkat ilegal atau yang tidak jelas asal-usulnya pun menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai keselamatan pasien.
Dari perspektif profesi, keputusan mengenai treatment estetika juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi setiap pasien.
Pemilihan treatment perlu mempertimbangkan assessment pasien, kondisi dan kebutuhan individu, kompetensi tenaga profesional, informed consent, komunikasi antara dokter dan pasien, serta penggunaan perangkat yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam webinar Know Before You Glow, Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp.D.V.E., Subsp. Ven., FINSDV, FAADV, Ketua Umum PERDOSKI, membawakan materi bertajuk “Menjadi Pasien yang Bijak dan Smart di Era Estetika Modern”.
Edukasi tersebut juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti tren, tertarik pada discount, maupun tergiur klaim hasil instan. Dalam aesthetic medicine, proses yang aman dan bertanggung jawab menjadi bagian dari hasil yang diharapkan.
Selain aspek medis dan regulasi, keaslian perangkat menjadi perhatian dari sisi industri.
Regenesis Indonesia memperkenalkan Regenesis Authenticity Program, yang ditujukan untuk membantu pasien memastikan keaslian perangkat treatment yang digunakan. Program ini hadir di tengah perhatian terhadap perangkat yang beredar melalui berbagai kanal penjualan digital dengan legalitas, keaslian, atau sumber distribusi yang tidak jelas.
Gita Yohanna Thomdean, S.Farm., Apt., Corporate Brand Manager Regenesis Indonesia, menjelaskan bahwa pasien dapat melakukan pengecekan melalui barcode yang terdapat pada mesin untuk memperoleh informasi mengenai keaslian perangkat.
Selain itu, informasi mengenai legalitas produk juga dapat diverifikasi melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan sesuai data registrasi yang berlaku.
Menurut Regenesis, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya produk autentik, traceability, transparansi, serta perangkat dan produk yang diperoleh melalui jalur distribusi resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ir. Emmy Noviawati menyampaikan bahwa tanggung jawab industri tidak berhenti pada menghadirkan inovasi, tetapi juga mencakup upaya menjaga ekosistem dan kepercayaan yang telah dibangun bersama.
“Kami percaya masa depan industri estetika bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat lebih baik, tetapi tentang bagaimana seluruh ekosistemnya berkembang menjadi lebih aman, transparan, profesional, dan bertanggung jawab.”
Melalui Know Before You Glow dan Regenesis Authenticity Program, Regenesis mengajak pelaku industri untuk bersama-sama menjaga integritas dan kepercayaan pasien.
Pesan keselamatan pasien tersebut juga ditujukan kepada pemilik dan pelaku klinik kecantikan. Klinik dan tenaga kesehatan didorong untuk memperhatikan legalitas, authenticity, sumber distribusi, keamanan, serta kesesuaian penggunaan perangkat, bukan hanya harga dan kemudahan mendapatkannya.
Bagi Regenesis, authenticity tidak hanya berkaitan dengan perlindungan merek, tetapi juga kepercayaan dokter dan klinik serta keselamatan pasien.
Melalui momentum Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026, Know Before You Glow diharapkan dapat mendorong budaya baru dalam memilih layanan estetika: masyarakat tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga memahami proses; klinik tidak hanya mengejar perkembangan bisnis, tetapi menjaga integritas layanan; dan industri tidak hanya menghadirkan inovasi, tetapi memastikan inovasi tersebut berkembang dalam ekosistem yang aman dan bertanggung jawab.
Keselamatan pasien pada akhirnya dipandang sebagai komitmen bersama regulator, dokter, klinik, industri, dan masyarakat.
Pesan yang dibawa kampanye ini pun dirangkum dalam tiga kalimat: “Know Your Treatment. Know Your Device. Protect Your Safety.” Setiap keputusan dalam aesthetic treatment diharapkan dimulai dari pengetahuan.
PT Regenesis Indonesia sendiri merupakan distributor yang berfokus pada aesthetic devices, medical-grade skincare, injectable, serta solusi estetika dan wellness. Berdiri sejak 2013, perusahaan menyebut telah bekerja sama dengan lebih dari 36 principal global dan membangun ekosistem yang mencakup product knowledge, edukasi dokter, clinical training, business support, brand protection, hingga layanan purna jual.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.