Menu

Ashoka Umumkan 12 Inisiatif Terbaik Gaharu Bumi Innovation Challenge 2026

09 November 2026 01:40 WIB

Ashoka (Istimewa)

HerStory, Jakarta —

Ashoka Indonesia mengumumkan 12 tim inisiatif terbaik dalam ajang Gaharu Bumi Innovation Challenge (GBIC) 2026. Terpilih dari 677 pendaftar yang berasal dari 250 kabupaten/kota di 21 provinsi, para inovator tersebut menghadirkan berbagai solusi sosial di bidang lingkungan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga inklusivitas.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Gaharu Bumi Innovation Challenge 2026 di Ke:Kini Ruang Bersama, Jakarta. Kedua belas inisiatif terpilih terbagi dalam empat kategori, yakni Keluarga, Guru, Orang Muda, dan Komunitas.

Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, Nani Zulminarni, mengatakan ajang yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini bertujuan menemukan dan memperkuat inovasi yang tumbuh dari masyarakat.

"Setiap orang adalah changemaker," ujar Nani.

Menurutnya, perubahan sosial tidak selalu harus dimulai melalui kebijakan atau institusi besar. Kepedulian individu terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya juga dapat menjadi awal lahirnya solusi.

"Mereka menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kebijakan besar atau institusi besar. Perubahan sering kali dimulai dari kepedulian seseorang terhadap masalah yang dilihat setiap hari," katanya.

Proses penentuan 12 inisiatif terbaik tersebut melalui tiga tahap seleksi. Ashoka Indonesia terlebih dahulu menyeleksi seluruh pendaftaran untuk menentukan 20 semifinalis di setiap kategori. Selanjutnya, proses penilaian dan wawancara mendalam menghasilkan 10 finalis sebelum mereka mempresentasikan inisiatif di hadapan panel penilai.

Penilaian mencakup lima aspek, yaitu keterkaitan dengan persoalan yang dihadapi, kreativitas solusi, komitmen, kemampuan berkolaborasi, serta ketepatan dalam menjawab akar masalah.

Dari kategori Keluarga, terdapat Majorie Jatining Surya melalui Kebon Tamantirto di Yogyakarta, Meybi Agnesya Lomanledo dengan Timor Moringa di Nusa Tenggara Timur, serta Erna Listiani melalui Taman Baca Ersalrif di Jakarta.

Sementara itu, kategori Guru diisi Ridwan dengan SEMAI dari Sulawesi Selatan, Refol Malimpu melalui Kelas Kreatif Berbasis Alam Papua, serta Wiwin Asriningrum dengan Rumah Karya Ilmiah Sanggau dari Kalimantan Barat.

Pada kategori Orang Muda, terdapat Moch Yugo Dwi Satriyo dan Jamilah melalui Buta Digital, Calvin Jonathan Santoso dan Sanitera Chrisfelice dengan InvesKids, serta Affan Nararya Alghifari dan Zahra melalui Welas: Seia Sekata Dalam Rasa.

Adapun kategori Komunitas menghadirkan Nelda Hannia dengan Yo'ra Hero, Hasna Mufidah melalui Fantasi Tuli, serta Fris Frins Pionirissian dengan Ngawi Tekno.

Nani menegaskan, pengakuan terhadap para inovator bukan menjadi akhir dari perjalanan mereka. Ashoka juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar solusi yang berkembang di tingkat lokal dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

"Karena itu, GBIC bukan sekadar ajang apresiasi, melainkan upaya untuk mempertemukan para inovator dengan pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, media, dan masyarakat sipil agar solusi-solusi yang sudah terbukti di tingkat lokal dapat berkembang menjadi perubahan yang lebih luas."

Share Artikel:

Oleh: Azka Elfriza

Artikel Pilihan