Ilustrasi kaki kesemutan. (Pinterest/Freepik)
Asam urat identik diderita oleh orang-orang berusia lanjut. Namun, kini banyak juga usia muda yang sudah mengalami penyakit radang sendi ini.
Tak bisa dipungkiri bahwa asam urat menjadi salah satu penyakit yang bisa diringankan dengan pola hidup sehat. Pasalnya persendian yang meradang bisa membengkak dan terasa nyeri. Untuk membantu mengurangi tingkat peradangan, penting untuk memilih asupan yang sehat, bukan hanya makanan tetapi juga perlu memperhatikan minuman yang dikonsumsi.
Ini beberapa minuman yang menyebabkan gejala radang sendi berdasarkan Penelitian Kesehatan dan Manusia adalah sebagai berikut:
Semua jenis minuman energi harus dihindari penderita asam urat. Pasalnya minuman ini sarat dengan kafein dan gula, minuman energi dikatakan berkontribusi terhadap peradangan.
"Kafein, khususnya, telah ditemukan untuk memicu serangan asam urat," kata para peneliti dikutip Express (30/8/2021).
"Minuman energi juga sangat asam dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman yang sangat asam dapat menghilangkan kalsium yang diperlukan tulang Anda dan mempercepat degradasi sendi," sambungnya.
Penderita radang sendi mungkin juga ingin menghindari minum bir jika mereka ingin menghindari gejala yang menyakitkan.
"Bir bisa sangat memebrikan dampak buruk bagi tubuh karena beberapa alasan. Pertama, fruktosa dalam bir dikatakan dipecah oleh hati, yang menyebabkan pelepasan bahan kimia yang disebut purin. Purin kemudian dimetabolisme menjadi asam urat,” jelas para peneliti.
Bir juga mengandung gluten dan beberapa orang sangat sensitif terhadap kandungan ini. Ditambah, bir adalah minuman beralkohol, yang juga dikenal dapat meningkatkan tingkat peradangan.
Minuman ketiga mungkin mengejutkan Anda adalah jus buah. Health and Human Research mengklaim bahwa jus buah dapat memicu nyeri sendi.
"Jus buah secara umum merepotkan karena mengandung banyak gula, tetapi tak ada serat yang Anda dapatkan dengan memakan buah utuh," jelas salah satu peneliti, Dr Bykerk.
"Masalah bagi penderita radang sendi adalah jus sering mengandung fruktosa. Saat fruktosa dicerna, ia menciptakan purin yang kemudian meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh Anda," sambungnya lagi.
Dr Bykerk menjelaskan bahwa pada orang yang sehat, peradangan adalah respons terbatas dan pada akhirnya membantu untuk melawan zat asing. Setelah infeksi atau virus telah dihilangkan, peradangan dan pembengkakan, panas dan nyeri yang menyertainya akan hilang.
"Pada seseorang dengan radang sendi, respon imun telah 'salah'. (Sistem kekebalan) tak memiliki kemampuan untuk mengatur diri sendiri atau berhenti, dan sistem kekebalan menyala sendiri. Tubuh tak dapat membedakan antara sel dan jaringan sehatnya sendiri (yaitu dirinya sendiri) dan zat asing. Peradangan kemudian dapat mempengaruhi jaringan sendi, tendon, kulit, mata, jantung dan/atau paru-paru secara kronis," tutupnya.