Ilustrasi pernikahan beda agama. (Pinterest/Freepik)
Setiap hubungan pernikahan pasti mengalami pasang surut, masalah atau konflik dalam rumah tangga wajar dan normal terjadi. Bahkan, ada juga masa-masa kritis yang akan dilewati pasangan dalam kehidupan pernikahan.
Dalam masa-masa kritis tersebut, komitmen dan kesetiaan pasangan akan diuji. Gak sedikit pula kehidupan pernikahan yang kandas di masa-masa kritis tersebut.
Maka dari itu, penting untuk mewaspadai dan menghadapi masa-masa kritis dalam kehidupan pernikahan dengan bijak, agar rumah tangga yang dibangun bisa terselamatkan.
Dilansir dari akun Instagram @infoparenting_id, berikut 5 masa kritis yang akan dilewati setiap pasangan dalam kehidupan pernikahan.
Tahap ini merupakan masa-masa menyesuaikan diri dengan kebiasaan pasangan, serta menyamakan berbagai prinsip dan tujuan dalam kehidupan pernikahan.
Dalam tahap ini, kamu harus bisa menerima dan beradaptasi dengan segala perbedaan dan membicarakan segala permasalahan dengan jujur.
Pada tahap ini, romantisme di antara pasangan mulai memudar dan kalian mulai merasa nyaman dengan pasangan masing-masing.
Meski demikian, fase comfort zone ini juga bisa berbahaya jika kalian enggak berusaha mempertahankan harmonisme dalam hubungan.
Maka dari itu, usahakan sesekali untuk memuji atau memberikan sesuatu yang istimewa untuk pasangan.
Istilah “The seven-year itch” menggambarkan betapa rentannya hubungan pernikahan pada tahap ini.
Pada tahap ini, suami dan istri sudah sama-sama matang dalam hal finansial, tetapi frekuensi hubungan intimnya justru semakin menurun.
Maka dari itu, penting untuk selalu terbuka dengan pasangan dan menyelesaikan konflik sesegera mungkin.
Masa kritis dalam pernikahan biasanya kembali terjadi di tahun ke-10 hingga 11. Pada tahap ini, tanggung jawab untuk mengasuh anak dan mengurus rumah tangga semakin besar.
Jika berhasil melewati fase ini, hubungan pernikahan akan berjalan lancar tahun ke-20.
Masa kritis akan kembali terjadi ketika anak sudah dewasa dan mulai memiliki kehidupan sendiri. Dalam tahap ini, pasangan akan kembali hidup berdua.
Maka dari itu, penting untuk menghidupkan kembali suasana pernikahan dengan melakukan hal-hal romantis yang biasa dilakukan saat masa-masa awal pernikahan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.