Menu

Dear Moms, Ini Sederet Makanan Agar BAB Si Kecil Jadi Lancar

23 Desember 2021 17:00 WIB

Ilustrasi dokter sedang memeriksa bayi yang sakit. (Freepik/rawpixel.com)

HerStory, Bekasi —

Salah satu penyakit yang umum terjadi pada anak yaitu susah buang air besar (BAB) atau sembelit. Secara umum, sembelit didefinisikan sebagai buang air besar kurang dari 3 kali seminggu. Jumlah buang air besar mungkin berbeda untuk setiap anak.

Penyebab umum anak kesulitan BAB adalah karena pelatihan toilet dini, perubahan pola makan, kurang  olahraga, dan masalah emosional (stres). Dalam kasus yang jarang terjadi, sembelit dapat disebabkan oleh masalah fisik yang lebih serius.

Beberapa tanda-tanda anak mengalami sembelit antara lain:

  • Memiliki intensitas buang air besar lebih sedikit dari biasanya.
  • Mengeluarkan feses yang keras dan terkadang besar.
  • Kesulitan buang air besar atau menyakitkan untuk dikeluarkan.
  • Memiliki perut (perut) kembung, kram, atau nyeri.

Sebagian besar kasus sembelit pada anak-anak bersifat sementara, dan nggak mengkhawatirkan. Masalahnya, bayi gak dapat memberi tahu apa yang mereka rasakan. Sementara balita/anak kecil mungkin gak dapat menggambarkannya secara akurat apa yang mereka rasakan. Oleh sebab itu, orang tua harus peka untuk memahami kondisi anak. 

Jika Si Kecil mengalami sembelit, Mom gak perlu langsung memberinya obat. Cukup dorong anak untuk mengubah pola makannya, seperti konsumsi lebih banyak buah dan sayur yang kaya serat. 

Berikut makanan yang bisa memperlancar BAB Si Kecil : 

  • Roti

Roti gandum utuh, roti granola, muffin gandum, wafel gandum utuh

  • Cereal

oatmeal, granola

  • Sayuran

Brokoli, kubis Brussel, kubis, wortel, jagung, kacang hijau, kacang polong, bayam, kentang dengan kulit, tauge

  • Buah

Apel dengan kulit, kurma, pepaya, mangga, nektarin, jeruk, pir, kiwi, stroberi, raspberry, blackberry, kismis, alpukat

Saat menambahkan lebih banyak serat ke dalam makanan anak, lakukan secara perlahan selama beberapa minggu. Batasi pula konsumsi makanan cepat saji dan junk food yang tinggi lemak.

Sembari memberikan makanan yang membantu proses buang air besar, Mom juga bisa melakukan beberapa tips berikut :

Penuhi asupan air putih

Untuk bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas, berikan ia lebih banyak air putih untuk membantu melunakkan fesesnya, sehingga proses keluarnya jadi lebih mudah.

Jumlah yang dibutuhkan anak-anak akan bervariasi berdasarkan berat dan usia mereka. Tetapi kebanyakan anak usia sekolah membutuhkan setidaknya tiga hingga empat gelas air setiap hari. Jika Si Kecil mengalami konstipasi saat berpindah dari ASI atau ke makanan padat, Mom sudah bisa mencoba untuk menyajikan beberapa ons (2 sampai 4) buah atau sayuran kaya serat setiap hari.

Ajak anak olahraga

Apabila masih bayi, Mom bisa membantu Si Kecil untuk menggerakkan tubuhnya. Misalnya, mengangkat kedua kakinya lalu menggerakkannya seperti sedang mengayuh sepeda. Mom juga bisa memijat lembut perut Si kecil. Lalukan dengan gerakan memutar searah jarum jam dimulai dari pusarnya.

Sementara anak yang sudah lebih besar bisa diajak untuk melakukan aktivitas sederhana, seperti bermain menangkap benda, lari-lari keci atau mengendarai sepeda. Aktivitas fisik akan mendorong perut untuk beraksi, sehingga menjadi lebih mudah BAB. 

Itulah tips untuk mengatasi anak yang mengalami sembelit. Jika sembelit berlangsung cukup lama, jangan ragu membawanya ke dokter. Sebab, mungkin Si Kecil mengalami masalah kesehatan yang lebih serius.

Lihat Sumber Artikel di Akurat

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan