Ilustrasi ibu yang sedang memarahi anaknya.(Unsplash/Edited by HerStory)
Meskipun orang tua telah merawat dan mendidik anak dari bayi hingga menjadi orang sukses. Bukan berarti orang tua bisa bersikap seenaknya terhadap sang anak, perlu diingat anak bukanlah investasi orang tua.
Banyak dari orang tua yang menuntut anaknya sesuai dengan kemauan mereka. Misalnya ingin anak menjadi dokter, guru, arsitek, dan lain sebagainya. Gak jarang karena kemauan itu, orang tua mendidik anak terlalu keras hingga sering memarahinya sedari masih kecil.
Padahal hal tersebut jelas gak bisa dibenarkan. Mungkin anak akan menjadi penurut karena takut kena marah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa memarahi anak bisa memengaruhi kecerdasannya. Selain itu perasaan takut anak, bisa membuat dirinya malah memberontak dan gak percaya pada orang tua.
Seperti yang telah dikatakan oleh Dr. Laura Markham, "Anak memiliki kecendurangan menutup diri secara emosional
jika dibentak." Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hal tersebut akan menyebabkan hubungan anak dan orang tua merenggang.
Pernyataan dr. Laura diperkuat oleh pernyataan profesor psikiatri dari Harvard Medical School, Martin Teicher. Bahwa struktur otak anak akan rusak ketika orang tua membentak atau berteriak pada anaknya.
Gak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa saluran otak yang menghubungkan otak kanan dan kiri akan mengecil. Sehingga memengaruhi area otak yang berkaitan dengan perhatian dan emosi.
Penelitian lain datang dari Lise Gliot, fakultas kedokteran Chicago. Bahwa di usia 2-3 tahun, bentakan dan suara keras akan membunuh sel-sel otak anak yang sedang tumbuh.
Namun, jika kamu secara gak sengaja terlanjur memarahi mereka maka cara yang bisa dilakukan adalah meminta maaf. Katakan juga bahwa kamu menyayangi mereka. Agar di lain waktu tidak terulang jadilah contoh yang baik dan seringlah memuji mereka.
Lihat Sumber Artikel di Himedik.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Himedik.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.