Menu

Air Tajin Jadi Pengganti ASI untuk Bayi, Boleh Gak Ya?

27 Desember 2021 16:35 WIB

Air Beras (Minimalist/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Pemberian air tajin untuk bayi telah dilakukan sejak dulu oleh masyarakat Indonesia. Air tajin sendiir adalah cairan putih agak kental yang terdapat pada permukaan nasi saat dimasak.

Air ini dianggap lebih baik daripada susu formula dalam membantu ibu menyusui, terutama bila produksi ASI kurang lancar. Beberapa orang tua menganggap air ini boleh digunakan sebagai pengganti ASI.

Padahal sebenarnya, bayi gak dianjurkan minum air tajin. Berdasarkan rekomendasi oleh organisasi kesehatan dunia, WHO, sebaiknya bayi hanya diberi ASI (ASI eksklusif) selama 6 bulan pertama kehidupannya.

Ini berarti Anda gak seharusnya memberikannya minuman atau makanan apapun di usia tersebut, bahkan air putih sekali pun.

Meski begitu, beberapa anak tertentu mungkin memerlukan asupan tambahan di usia yang lebih muda.

Namun, hal ini dilakukan atas rekomendasi dari dokter.

Meskipun air tajin gak dianjurkan sebagai pengganti ASI, tetapi cairan ini boleh saja diberikan kepada bayi sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), yaitu di usia 6 bulan ke atas. 

Selain itu, air tajin boleh digunakan untuk membantu mengembalikan cairan tubuh pada bayi usia 6 bulan ke atas bila mengalami diare.

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan