Mertua dan Menantu. (Freepik/Edited by HerStory)
Bertemu dengan calon mertua untuk pertama kalinya mungkin menjadi hal yang mendebarkan dan menegangkan. Ini karena secara gak langsung kamu perlu membuktikan diri bahwa dirimu layak dan cocok untuk anak mereka.
Merasa khawatir saat ingin bertemu calon mertua untuk pertama kali memang wajar. Namun, rasa khawatir hanya membuang-buang energimu. Santai saja! Bertemu calon mertua gak seperti yang kamu bayangkan. Bahkan, mereka bisa menjadi orang yang sangat santai jika kamu memberi mereka kesempatan. Ingatlah, mereka mungkin juga gugup, jadi bagian dari tugas kamu adalah membuat mereka nyaman.
Jadi apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan hati calon mertuamu? Berikut tips agar pertemuan dengan calon mertua berjalan mulus.
Ini mungkin terdengar aneh, tapi gak ada salahnya untuk bersiap-siap. Sebaiknya kamu melakukan penelitian tentang keluarga pasanganmu. Jika tahu bahwa ada beberapa masalah yang mungkin membuat calon mertua kesal, kamu bisa menghindari topi tersebut. Buatlah beberapa daftar topik pembicaraan. Saat mulai mengobrol, kamu gak memerlukan petunjuk lagi.
"Untuk pertemuan pertama, hindari isu-isu kontroversial seperti agama dan politik. Jika mertua membicarakannya, nggak apa-apa untuk berpendapat, pastikan untuk membaca situasi ruangan," kata Carmel Jones, pakar hubungan dan penulis untuk situs web thebigfling.com.
Ingatlah bahwa kamu hanya memiliki satu kesempatan untuk membuat kesan pertama, jadi berpakaianlah sebaik mungkin. Sesuaikan pakaianmu dengan lokasi dan acara pertemuan. Jadi luangkan waktu untuk memilih pakaian yang sesuai, tetapi tetap menggambarkan diri kamu yang sesungguhnya.
Disarankan untuk mengenakan sesuatu yang bagus, sopan, bersih, dan konservatif. Pastikan rambut dan kuku bersih dan terawat. Untuk wanita, jangan memakai sesuatu yang provokatif seperti pakaian berpotongan rendah, ketat, atau tembus pandang. Sementara pria disarankan gak memakai pakaian yang terlalu kasual dan berantakan. Hindari ripped jeans dan kaus oblong yang sudah usang.
"Kamu bisa tampil rapi, nyaman, tapi juga menarik. Itu akan terlihat bijaksana dan mengesankan," kata Jones.
Luangkan waktu dalam memilih hadiah yang ingin kamu bawa. Ingat, kesan pertama itu penting. Diskusi dengan pasangan apakah keluarganya memiliki alergi makanan, apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai. Secara tradisional, hadiah diberikan kepada calon ibu mertua sehingga kamu mungkin bisa fokus pada hal yang diinginkannya. Misalnya, kamu bisa membawakan tanaman hidup jika calon ibu mertuamu suka berkebun. Pada dasarnya, kamu hanya perlu bersikap bijaksana untuk membawa hadiah saat bertemu calin mertua. Ingat, hadiah bukanlah suap melainkan pemecah kekakuan diantara kalian.
"Sedikit saja sebagai tanda hormat tidak apa-apa. Jika kamu bertemu di restoran, sebenarnya tidak perlu membawa apa-apa. Tetapi jika kamu pergi ke rumah mereka, pertimbangkan untuk membawa buket bunga bagus atau makanan penutup yang baru dimasak," kata Diana Anzaldua, terapis klinis berlisensi di Austin, Texas.
Bermain dengan ponsel adalah hal yang kerap dilakukan saat kamu merasa gugup dan tidak tahu harus berbuat apa. Tapi, pertemuan dengan calon mertua adalah hal penting dan perlu dihadapi. Jadi, jangan kabur dengan beralih ke ponselmu.
"Terlalu banyak waktu di telepon akan membuat calon mertua merasa bahwa kamu tidak menghargai waktu mereka. Ini juga menunjukkan kurangnya kedewasaan. Pastikan untuk melakukan kontak mata dan jauhkan ponselmu," ujar
Sebagian besar hal yang akan terjadi selama pertemuan semata-mata untuk menguji dan melihat bagaimana kamu bereaksi terhadap situasi tertentu. Ini bukan waktunya untuk keras kepala atau mudah tersinggung. Meskipun komentar mereka mungkin sedikit memprovokasi, pastikan kamu tetap tenang. Kecuali jika keadaan menjadi tidak terkendali, jangan tempatkan pasangan pada posisi di mana mereka harus memihak. Bernapaslah dan jaga sopan santun.
Ini adalah kesempatan terbesar untuk menunjukkan kepada caon mertua betapa bahagia dan sejahteranya anak mereka saat bersamamu. Jadi, jangan meledek, mengabaikan, meremehkan, walau hanya sekedar becanda— atau berkelahi dengan pasangan. Intinya, biarkan mereka tahu bahwa kamu mencintai anak mereka. Akan tetapi, kamu dan pasangan wajib menghindari interaksi yang terlalu intim. itu hanya akan membuat semua orang menjadi tidak nyaman.
Jika kamu hanya bisa berpura-pura menjadi orang lain untuk sementara waktu, pada akhirnya mereka akan tahu. Mereka mungkin akan kurang menyukaimu karena berpura-pura menjadi seseorang yang bukan dirimu.
Jadilah dirimu sendiri. Biarkan calon mertuamu melihat apa yang dilihat pasangan dalam diri kamu. Mereka mungkin akan mencintai kamu juga. Jangan takut untuk menceritakan lelucon lucu dan membuat calon mertua tertawa. Menjadi diri sendiri memang menakutkan terutama di depan orang-orang yang mengawasi setiap gerakan kamu, tetapi dengan kesabaran dan keberuntungan, kamu perlahan akan diterima.
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.