Menu

Sebelum Anak Main Kembang Api, Ketahui Dulu Bahayanya Moms

31 Desember 2021 17:55 WIB

Ilustrasi kembang api (Pixabay/Edited by HerStory)

HerStory, Bekasi —

Kembang api identik dengan hari perayaan, salah satunya perayaan tahun baru. Pendar warna-warni cahayanya di langit gelap, disusul desingan suara kembang api memikat perhatian banyak orang. Beberapa daerah juga punya tradisi merayakan tahun baru dengan pesta kembang api. 

Pemerintah sudah melarang kegiatan pesta kembang api di perayaan malam tahun baru karena bisa menimbulkan kerumunan. Namun, kebanyakan masyarakat membeli petasan kembang api untuk dinyalakan di halaman rumah saat malam tahun baru.

Kendati terlihat seru dan menyenangkan, tetapi menyalakan kembang api gak boleh sembarangan. Berikut beberapa bahaya dari kembang api, yang bisa mengintai anak.

Luka bakar

Dilansir dari laman Kids Health, anak-anak merupakan kelompok paling rentan saat bermain kembang api di malam tahun baru.

Orang tua disarankan menjaga putra-putrinya dari paparan kembang api. Dengan cara, menjaga jarak aman dengan sumber kembang api.

Percikan kembang api suhunya dapat mencapai 982 derajat Celcius. Suhu tersebut dapat melelehkan emas atau logam. Beberapa jenis kembang api juga mengandung bahan peledak. Bahan berbahaya tersebut dapat menyebabkan luka bakar serius.

Polusi suara

Kebisingan dari desing suara kembang api yang memekakkan telinga, juga punya efek berbahaya bagi pendengaran anak. Telinga anak umumnya dapat menoleransi tingkat kebisingan standar 30 - 60 desibel pada siang hari, dan 30 - 50 desibel pada malam hari.

Kembang api yang suaranya terkadang mirip ledakan keras, intensitas suaranya mencapai 140 desibel. Kebisingan saat kemabng apai di atas la ngit bisa mencapai 85 desibel, ini dapat merusak pendengaran.

Selain itu, peningkatan intensitas suara ekstrem dapat memicu kegelisahan, gangguan pendengaran sementara atau permanen, tekanan darah tinggi, dan gangguan tidur.

Mencemari udara

Dilansir dari laman resmi Departemen Kesehatan Filipina, pertunjukan kembang api mencemari udara sekitar.

Saat pertunjukan kembang api, kadar partikulat debu (suspended particulate matters/SPM),  seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, sulfur dioksida, sampai hidrokarbon meningkat drastis.

Ibu hamil, anak-anak, dan pengidap asma kronis, merupakan golongan paling rentan terpapar polutan tersebut.

Untuk itu, sebagai orang tua, kita perlu mengawasi dan memberitahukan kepada si kecil apa saja dampak buruk yang mungkin terjadi, apabila bermain kembang api di malam tahun baru.

Lihat Sumber Artikel di Guideku.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Guideku.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Share Artikel:

Oleh: Cherryn Lagustya

Artikel Pilihan