Ilustrasi pasangan (unsplash.com/Jonathan Borba)
Berciuman adalah salah satu bentuk paling sederhana untuk mengungkapkan kasih sayang dan cinta kepada orang-orang di sekitar kita.
Kita mencium bayi karena wajah mereka yang menggemaskan, mencium teman di pipi saat berjumpa alias cipika-cipiki dan mencium pasangan kita di bibir untuk menunjukkan perasaan dan keinginan kita untuk semakin dekat.
Jelas, ada banyak kesenangan dalam berciuman, dan para peneliti pun telah menemukan bahwa ada juga manfaat kesehatan utama dari aktivitas tersebut.
Berikut 8 manfaatnya seperti dirangkum dari The Alternative Daily, Selasa (4/1/2022):
Ciuman diklaim dapat bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh lho Beauty.
Menurut sebuah studi tahun 2005 di Neuroendocrinology Letters, ciuman dapat mempengaruhi tubuh dengan mengurangi tingkat stres yang membantu meningkatkan keadaan sehat.
Studi lain, yang diterbitkan dalam jurnal Microbiome menemukan bahwa pasangan yang berciuman setidaknya 9 kali per hari berbagi mikrobiota yang sama dalam air liur mereka. Itu berarti bahwa mereka dapat menikmati sistem kekebalan yang lebih baik dan lebih sedikit kemungkinan untuk sakit.
Berciuman dapat melepaskan neurotransmiter perasaan baik termasuk hormon cinta, oksitosin, dan vasopresin, hormon yang mengikat pasangan satu sama lain. Studi juga menunjukkan bahwa dopamin, yang memengaruhi pusat penghargaan dan kesenangan otak, dilepaskan ketika kita mencium orang yang kita cintai.
Menurut Andrea Demirjian, penulis Kissing: Everything You Ever Wanted to Know about One of Life's Sweetest Pleasures, ketika kita mencium seseorang dengan penuh gairah, detak jantung kita meningkat dengan cara yang sehat — seperti saat berolahraga sehat — dan dapat membantu menurunkan tekanan darah.
"Ini melebarkan pembuluh darah, dan darah mengalir dengan baik, padat dan sampai ke semua organ vitalmu,” tuturnya.
Berciuman juga dapat memiliki efek positif pada tingkat stress lho Beauty. Mengutip Affection Exchange Theory, sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Western Journal of Communication menemukan bahwa kasih sayang fisik, termasuk ciuman, membantu membangun ketahanan terhadap stres. Ini juga menurunkan kadar kortisol dalam tubuh dan dapat membantu mengurangi peradangan dan penyakit sebagai efek samping.
Dan, tahu gak Beauty, ternyata berciuman juga menstimulasi kelenjar air liur untuk memproduksi lebih banyak air liur, yakni cairan yang melembabkan mulut untuk memudahkan menelan lho. Air liur juga diklaim membantu menyingkirkan partikel-partikel penyebab gigi berlubang yang menempel di gigi usai makan.
Menurut penelitian yang disebutkan sebelumnya yang diterbitkan dalam Western Journal of Communication, berciuman juga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol karena mengurangi kadar kortisol dalam tubuh. Keduanya bekerja sama, dengan kolesterol mempromosikan tingkat kortisol yang lebih tinggi. Karena berteori bahwa berciuman juga dapat menurunkan tekanan darah, kesimpulan ini masuk akal.
Penelitian menunjukkan bahwa berciuman dapat membantu kita menentukan kecocokan calon pasangan. Menariknya, wanita lebih mementingkan ciuman untuk penilaian pasangan daripada pria, tetapi tidak sampai pada titik bahwa itu harus diabaikan sebagai faktor penentu penting untuk kompatibilitas di semua jenis kelamin.
Ciuman romantis dan beberapa bentuk kontak fisik lainnya, dapat menguatkan perasaan terikat dengan satu sama lain, sehingga meningkatkan rasa puas antara pasangan.
Studi tahun 2013 di jurnal Archives of Sexual Behavior menemukan kerap berciuman terkait dengan perasaan pasangan tentang kualitas hubungan, yakni semakin sering berciuman maka semakin bahagialah mereka, namun bukan jadi alasan untuk sering berhubungan intim.
Gimana menurutmu, Moms?