Nyamuk sedang menghisap darah di kulit manusia. (pinterest/freepik)
Di Indonesia, musim hujan mulai datang saat awal tahun, seperti saat ini. Biasanya, musim hujan akan menimbulkan banyak penyakit, salah satunya demam berdarah atau DBD.
Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini cukup berbahaya, lho Moms. Bahkan kalau tidak mendapat penanganan dengan tepat, penyakit ini bisa mengancam nyawa. Oleh sebab itu, kamu perlu tahu bagaimana cara usir nyamuk yang ampuh dari rumah.
Biasanya, nyamuk penyebab demam berdarah biasanya menggigit pergelangan kaki dan siku. Untuk itu, penting agar rumput disekitar rumahmu dipotong dan rata.
Kamu juga bisa menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti peppermint, basil atau tulsi, lavender, dan rosemary di pekarangan rumah.
Air yang tergenang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Periksa selokan apakah ada penyumbatan air dan bersihkan puing-puing untuk memastikan tidak ada sisa air di dalamnya.
Pastikan balkon dan taman rumahmu juga memiliki lantai yang kering dan tidak memiliki genangan air kecil. Pasalnya genangan air akan digunakan nyamuk untuk tempat bersarang.
Tirai dan kelambu ini harus dipasang pada lubang saluran udara di tiap sudut rumah, Beauty. Tujuannya untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
Periksa secara berkala tirai dan kelmabu yang Anda pasang. Apakah terdapat lubang atau sobekan yang memungkinkan nyamuk melewatinya.
Obat nyamuk bakar atau elektrik mungkin saja ampuh mengusir bahkan membunuh nyamuk. Namun, penggunaan alat ini bisa menyebabkan polusi dan berpotensi beracun.
Untuk itu, coba gunakan aroma terapi, seperti daun kayu putih yang dihangatkan perlahan di atas lampu teh sebagai pengganti obat nyamuk bakar atau elektrik.
Meski tak direkomendasikan, tapi tidak ada salahnya mencoba aplikasi ini. Terdapat beragam aplikasi pengusir nyamuk, seperti Mosquito Repellent, Anti Mosquito - Sonic Repeller, atau Mosquito KillerX yang bisa kamu coba.
Aplikasi itu disebut dapat membuat ponsel mengeluarkan suara bernada tinggi yang dimaksudkan untuk meniru suara serangga pemangsa, seperti capung atau nyamuk jantan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.