Menu

Duh! Pemilik Golongan Darah Ini Beresiko Terkena 2 Kanker Mematikan, Kata Riset

08 Februari 2022 08:15 WIB

Simbol pita peduli kanker (Freepik/Freepik)

HerStory, Bogor —

Beauty, menentukan siapa yang secara genetik berisiko lebih tinggi terkena kanker adalah hal yang rumit; hanya beberapa kanker yang memiliki hubungan genetik yang kuat.

Namun baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bahwa satu golongan darah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dari dua jenis kanker yang sangat mematikan.

Golongan Darah yang Berisiko Kena Kanker

Dikutip dari Eat This, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini di BMC Cancer, para peneliti melihat data genotipe dari ribuan penduduk China.

Mereka menemukan bahwa orang dengan golongan darah AB adalah 34% lebih mungkin untuk mengembangkan kanker kerongkongan, dibandingkan dengan orang dengan golongan darah O.

Selain itu, peneliti menemukan bahwa orang dengan darah AB memiliki risiko 44% lebih tinggi terkena kanker perut, dan orang dengan golongan darah A memiliki risiko 37% lebih tinggi.

Terkait hal itu, para peneliti tidak sepenuhnya yakin dan telah menyerukan penelitian lebih lanjut. Beberapa penelitian telah meneliti hubungan antara kanker kerongkongan dan golongan darah. Dan, beberapa penelitian beberapa dekade lalu pun mengungkap ada hubungan antara kanker lambung (perut) dan golongan darah.

Dua Kanker yang Paling Mematikan

Kanker kerongkongan dan kanker perut adalah dua dari kanker paling mematikan. Hanya sekitar 20% orang dengan kanker kerongkongan bertahan hidup lima tahun setelah diagnosis mereka. Untuk kanker lambung, angkanya sekitar 32%.

Kanker kerongkongan adalah penyebab kematian kanker terbesar ketiga di AS. Kanker perut hanya menyumbang sekitar 1,5i kasus kanker di AS, tetapi ini adalah kanker paling umum kelima di seluruh dunia.

Kanker kerongkongan dan kanker perut sangat mematikan karena cenderung tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Pada saat terdeteksi, kanker sering menyebar ke bagian lain dari tubuh, membuatnya lebih sulit untuk disembuhkan.

Kanker kerongkongan adalah kanker yang berkembang di kerongkongan, tabung yang menghubungkan tenggorokan ke perut. Menurut National Cancer Institute, faktor risiko termasuk merokok, penggunaan alkohol, dan refluks asam.

Gejalanya termasuk kesulitan menelan, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, nyeri dada, gangguan pencernaan atau mulas yang memburuk, dan batuk atau suara serak.

Sementara itu, kanker perut terjadi ketika sel-sel kanker berkembang di lapisan perut. Menurut National Cancer Institute, faktor risiko utama kanker perut termasuk merokok, infeksi bakteri H. pylori, dan kondisi bawaan tertentu.

Gejalanya meliputi kesulitan menelan, merasa kembung setelah makan, merasa kenyang setelah makan sedikit, sakit perut, mulas, mual, dan muntah.

Artikel Pilihan