Nasi Uduk Betawi (Instagram/dapurfoody)
Nasi uduk, kuliner khas betawi ini sering disebut-sebut membuat orang ngantuk. Apakah benar nasi uduk membuat ngantuk bagi yang menyantapnya atau mitos belaka? Yuk Moms, cari tahu jawabannya.
Nasi uduk terbuat dari nasi dan santan. Nah, nasi uduk sendiri merupakan sumber karbohidrat tinggi, sementara santannya mengandung lemak. Takaran santan yang biasa digunakan untuk mengolah nasi uduk bisa sekitar 600 mililiter, dan mengandung 150 gram lemak.
Perkiraan jumlah kandungan kalori ini baru berasal dari nasi dan santan saja; belum termasuk lauk pendampingnya. Satu piring nasi uduk beserta lauk-pauknya akan dicerna oleh perut menjadi glukosa, gula sederhana yang menjadi sumber energi tubuh.
Pasokan glukosa tersebut kemudian akan diedarkan ke aliran darah.
Nah umumnya setelah makan nasi uduk, tubuh akan melepaskan hormon amilin, glukagon, dan kolesistokinin yang memicu rasa kenyang.
Kemudian, meningkatkan kadar gula darah, membuat perasaan kenyang, dan memproduksi insulin untuk dialirkan ke dalam setiap sel guna membuat energi.
Pada saat bersamaan, otak juga melepaskan hormon serotonin dan melatonin sebagai respon dari sensasi kenyang.
Makin beragam lauk yang Beauty pilih dan semakin banyak porsinya, asupan lemak dan kalori yang masuk ke dalam tubuh tentu makin banyak.
Menurut penelitian dari University of Adelaide, makan makanan tinggi lemak dan kalori memicu otak memproduksi lebih banya serotonin untuk membuat asam amino triptofan. Asam triptofanlah yang kemudian memicu rasa kantuk setelah makan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.