Halilintar Anofial, Aurel Hermansyah, dan Lenggogeni Faruk (Instagram/genifaruk)
Belum lama ini keluarga Atta Halilintar tuai sorotan usai sang ayah, Halilintar Anofial Asmid, berpesan kepada Aurel Hermansya untuk menghindari persalinan secara caesar pada kelahiran cucu pertamanya. Hal tersebut diungkapkannya agar kelar sang menantu dapat melahirkan banyak anak.
"Biar lahirnya normal. Jangan sampai operasi. Jangan sampai caesar. Kalau caesar Atta nggak bisa punya anak banyak," ujar Halilintar Anofial Asmid saat melakukan video call bersama anak dan menantunya beberapa waktu lalu.
Nah, pertanyaannya adalah apakah melahirkan banyak anak dapat mengancam nyawa wanita?
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andry, Sp.OG, menjelaskan bahwa kehamilan adalah proses fisiologis. Selama kondisinya sehat maka tak ada dampak bagi kesehatan bagi wanita yang melahirkan.
"Jika seorang perempuan secara fisik, kesehatan organ reproduksi, kesehatan mental, finansial dalam kondisi optimal, dan perempuan tersebut berkehendak untuk memiliki keturunan yang banyak, misalnya lebih dari 3, silahkan," ujar dr. Andry melansir media sindikasi Suara.com.
Ia menegaskan bahwa kehamilan dapat disebut aman ketika ada perencanaan yang baik. Selain itu, butuh pula pemantauan secara berkala oleh dokter kebidanan dan kandungan demi menjamin kesehatan ibu hamil.
"Tidak ada penyulit pada masa kehamilan seperti anemia, tekanan darah tinggi, diabetes, status nutrisi ibu baik, dan lainnya. Maka kehamilan sejatinya adalah proses fisiologis yang tidak berdampak pada kesehatan," tutur dr. Andry.
Alasan dr. Andry menyarankan butuhnya perencanaan kehamilan adalah guna menemukan faktor yang dapat mempersulit proses melahirkan atau perkembangan seperti abortus janin. Kondisi ini terjadi ketika janin yang dikeluarkan dengan berat kurang dari 500 gram, atau memiliki usia kehamilan kurang dari 20 minggu pada waktu dikeluarkan dari rahim, sehingga tidak memiliki angka harapan untuk hidup.
"Bahkan sampai terjadi abortus janin, maka kehamilan berikutnya harus dipantau secara ketat dan direncanakan dengan baik," jelas dr. Andry.
Sebagai tambahan, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Hakim Sorimuda Pohan, Sp. OG menjelaskan bahwa jarak paling aman antara satu persalinan ke persalinan berikutnya adalah 3 hingga 4 tahun sekali. Selain itu, ada pula panduan usia ideal bagi wanita untuk melahirkan.
"Persalinan di atas usia 40 tahun, itu sangat tinggi risiko. Jangan lagi hamil kecuali belum punya anak, kalau usia ibu di atas 40 tahun, yang paling baik antara 25 sampai 35 tahun. Di bawah 20 tahun, si ibu sendiri pertumbuhannya belum komplit jangan dulu punya keturunan," timpal dr. Hakim.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.