Suami dan istri ribut (Pinterest/Edited by HerStory)
Dalam pernikahan, hubungan intim menjadi salah satu faktor penting dan gak boleh diabaikan. Kualitas dan kuantitas yang tepat dapat membuat ikatan pernikahan semakin dekat dan intim. Tetapi, ada beberapa pasangan yang justru memiliki pernikahan tanpa seks atau sexless marriage.
Sexless marriage merupakan hubungan pernikahan dimana pasangan yang terlibat di dalamnya jarang atau tidak pernah sama sekali berhubungan seks. Gak ada patokan pasti mengenai jumlah seks setelah menikah yang masuk dalam kategori ini.
Dilansir dari Marriage, sexless marriage bisa berdampak pada hubungan suami - istri, termasuk hubungan emosional satu sama lain, konflik dan ketidakpuasan dalam suatu hubungan. Tidak ada aktivitas seksual dalam pernikahan menyebabkan kecemasan dan frustrasi pada wanita maupun pria.
Berikut penyebab pasangan menjalani sexless marriage yang harus dihindari dan diatasi.
Masalah pada kesehatan fisik maupun mental dapat memengaruhi keinginan sseorang untuk melakukan hubungan seks. Kondisi fisik dan mental yang terganggu, bisa mengganggu proses peningkatan gairah seksual dalam diri kamu dan pasangan.
Stres tidak hanya merusak kesehatan, melainkan juga gairah seks kamu dengan pasangan. Kondisi ini bisa memengaruhi fisik dan psikologis yang membuat kamu dan pasangan tidak mempunyai energi atau keinginan untuk melakukan hubungan suami-istri.
Kamu bisa mengajak pasanganmu pergi berdua tanpa anak, agar kamu dan pasangam bisa menikmati waktu berdua seperti waktu pacaran untuk menghilangkan stres sehingga terhindar dari sexless marriage.
Konflik di dalam hubungan dapat membuat keintiman kamu dan pasangan menjadi berkurang. Sebab, masalah tersebut menyebabkan kamu dan pasangan tidak mau berbicara satu sama lain, apalagi melakukan aktivitas seksual.
Disfungsi ereksi yang dialami oleh pria dapat membuat keinginan berhubungan seks berkurang atau hilang. Kondisi yang membuat penis tidak dapat ereksi secara maksimal ini seringkali memicu kecemasan, serta menurunkan kepercayaan diri maupun harga diri pria di depan wanita.
Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala disfungsi ereksi.
Konsumsi obat-obatan tertentu dapat memberi pengaruh buruk terhadap keinginan kamu dan pasangan untuk melakukan hubungan seks. Beberapa obat yang berpotensi memicu disfungsi seksual, antara lain antihistamin, antidepresan, dan obat tekanan darah tinggi.
Pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu, misalnya pelecehan seksual dan kekerasan seksual, dapat memicu trauma. Kondisi tersebut dapat berdampak serius pada kehidupan seks seseorang bersama pasangan bahkan bisa membuat korban tidak mau melakukan hubungan intim seumur hidup.
Pengalaman buruk yang dirasakan dirimu atau pasangamu ini harus segara ditangani oleh tenaga ahli kalau bisa sebelum pernikahan terjadi, agar kamu terhindar dari kondisi sexless marriage nantinya.
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.