Menu

Hmm... Secara Psikologi, Ternyata 8 Hal Ini yang Menyebabkan Seseorang Selingkuh, Percaya Gak?

15 Maret 2022 16:15 WIB

Ilustrasi seorang wanita yang mengetahui suaminya selingkuh dari bekas lipstik pada bajunya. (Pinterest/Freepik)

HerStory, Medan —

Setiap orang mendambakan hubungan romantis yang berjalan harmonis dan mulus. Hal tersebut dapat tercapai jika permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara bersama dan dikomunikasikan dengan baik tanpa membuat kedua belah pihak merasa rugi.

Sayangnya, gak jarang seseorang memilih untuk memendam perasaannya. Alih-alih mendapatkan solusi, ia malah menacari pelarian hingga berselingkuh.

Seorang psikolog, Zelterman mengemukakan ada 8 alasan mengapa seseorang selingkuh. Wah, kira-kira apa saja yah? Yuk, simak selengkapnya dalam artikel yang sudah Herstory rangkum berikut ini!

1. Kemarahan atau ingin balas dendam

Bagi sebagian orang, kemarahan bisa dilampiaskan dengan berbagai hal. Ada yang memilih untuk memberikan silent treatment ke pasangan. Ada juga yang memilih untuk menghabiskan waktu dengan orang lain sebagai pengalih perhatian.

Kemarahan ini juga merupakan bentuk balas dendam karena sakit hati yang pernah dirasakan sebelumnya. Sehingga menyelingkuhi pasangan adalah reaksi untuk memberikan balas dendam.

2. Ingin merasa bebas

Dalam berhubungan, tentunya banyak pasangan sudah menentukan batasan-batasan tertentu mulai dari pergaulan hingga pekerjaan. Hal ini membuat sebagian pasangan merasa terkekang dan tidak bisa mengekspresikan diri dengan baik.

Mencari orang lain yang bisa memahami keinginan mereka yang ingin bebas tanpa halangan membuat hal tersebut menjadi alasan orang berselingkuh.

3. Tidak yakin jika benar-benar cinta

Keraguan sering muncul ketika kita dihadapkan masalah dengan pasangan. Pertanyaan lain seperti apakah hubungan yang sedang dijalani patut untuk dipertahankan juga sering membuat perdebatan di antaranya.

Keyakinan akan pasangan harus mulai dibina sejak awal hubungan asmara agar keraguan bisa diatasi di kemudian hari.

4. Tidak komitmen

Komitmen hanya dimiliki oleh orang yang telah yakin dan percaya bahwa hubungan antara mereka dan pasangan bisa diteruskan hingga jenjang yang lebih serius. Jika komitmen tersebut belum ada, sebaiknya dikomunikasikan dengan pasangan agar ekspektasi kedepannya bisa diimbangi dengan keadaan. Tanpa adanya komitmen akan membuat salah satu pihak merasa tersakiti.

5. Hubungan terlalu membosankan

Siapa bilang hubungan yang baik-baik saja tanpa masalah akan bisa diteruskan jangka panjang? Bagi sebagian orang, tanpa adanya masalah hubungan terasa sangat membosankan. Perdebatan kecil justru menjadi mempererat hubungan antara pasangan asal bisa diselesaikan dengan baik juga.

6. Merasa ditelantarkan/dicueki

Mempunyai pasangan dengan jadwal yang padat membuat orang lain merasa ditelantarkan dan memilih untuk mencari orang lain yang bisa meluangkan waktu dengannya. Walaupun begitu, hal ini bisa dikomunikasikan dengan pasangan saat awal hubungan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

7. Orientasi yang berbeda 

Perbedaan ekspektasi atau orientasi juga membuat orang memilih menyelingkuhi pasangannya. Contohnya perbedaan pandangan terhadap pembagian finansial atau orientasi tentang pendidikan.

Bagi sebagian orang, finansial dan pendidikan adalah hal yang penting untuk dipersiapkan. Namun, bagi sebagian lainnya, hal tersebut hanya macam-macam aspek dalam kehidupan yang bisa dipenuhi atau tidak sesuai kemampuan masing-masing.

8. Situasi

Berada di situasi untuk memilih pasangan atau karier dan hal lainnya juga menjadi alasan mengapa orang mencoba untuk selingkuh. Situasi ini membuat satu pihak merasa tertekan dan mencoba mencari jalan lain dengan bercerita kepada orang lain, bukan dengan pasangan.

Hal ini malah membuat keruh suasana karena komunikasi terbaik adalah berdiskusi dengan pasangan yang sudah mengenal kita lebih dalam dibanding orang lain.

Itu dia sejumlah alasan mengapa seseorang selingkuh dilihat dari pandangan psikologi. Bagaimana menurutmu?

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan