Cara mendidik anak laki-laki
Enggak jarang balita memiliki kebiasaan menyentuh kelamin mereka sendiri dengan cara yang memalukan. Apakah si kecil juga suka menyentuh bagian pribadinya, Moms? Jika iya, maka kamu tak sendirian mengalami itu.
Dilansir dari Boldsky, ketika anak memainkan alat kelaminnya, itu bukan hal yang aneh. Masturbasi yang dilakukan anak sangat umum terjadi, bahkan itu juga bisa disebut bagian normal dari proses tumbuh kembangnya.
Mengapa mereka melakukannya?
Kebanyakan orangtua memiliki kesalahpahaman bahwa seorang anak tidak dapat memiliki seksualitas. Psikolog Sigmund Freud mengatakan bahwa seorang anak paling aktif secara seksual ketika dia dilahirkan.
Bayi itu harus melalui tahap perkembangan psiko-seksual untuk menurunkan perilaku sensual ini menjadi standar 'normal' yang dapat diterima. Sebagai bayi, anak bisa menghisap jempolnya, dan ini adalah tahap lisan. Pada tahap ini, anak mendapat kesenangan dari memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.
Saat anak balitamu (usia 2 hingga 4 tahun) memainkan alat kelaminnya, itu menandakan mereka dalam tahap Phallic, yang merupakan tahap masturbasi anak. Pada tahap ini, anak akan terus menyentuh bagian pribadinya untuk kesenangan dan menenangkan diri, bukan untuk kenikmatan seksual.
Saat anak masuk pada tahap Phallic dan memainkan alat kelaminnya, hal itu terjadi karena naluri alami dan bukan pengaruh buruk seseorang yang mendorong mereka untuk melakukan ini.
Freud juga mengingatkan kepada orangtua agar percaya bahwa tidak buruk bagi anak untuk menyentuh kelaminnya sendiri. Tahap Phallic adalah sesuatu yang harus diizinkan sepenuhnya sehingga anak tidak mengembangkan fiksasi pada kebiasaan yang mengganggu ini.
Saat anak memainkan alat kelamin mereka, itu juga merupakan perilaku yang wajar karena perilaku tersebut adalah perkembangan seksual anak yang sehat dan akan terus berkembang sesuai dengan usianya.
Namun, penting bagi orangtua untuk mengetahui hal ini agar bisa terus memantau perkembangan dan menjaga kesehatan seksual anak. sehingga jika anak bingung dengan perilakunya, orangtua bisa menjadi sumber informasi utama untuk menjawab kebingungannya, bukan dari orang lain apalagi internet.
Kebiasaan masturbasi anak mungkin tidak berbahaya bagi anakmu, tetapi tentu saja menjadi tindakan yang memalukan bagi orangtua. Jadi di sini beberapa tips pengasuhan untuk menghadapinya.
Apa yang bisa orangtua lakukan?
Reaksi orangtua terhadap tindakan anak akan membentuk persepsinya. Jika Dads maupun Moms naik pitam atau memukulnya setiap kali mengetahui anak memainkan kelaminnya, maka mereka akan takut dan belajar menyembunyikannya darimu dan mungkin menjadi kebiasaan buruk seumur hidup yang tak diketahui orangtua.
Bicaralah dengan anak dan biarkan dia tahu bahwa kamu mengerti mereka sat ia suka menyentuh alat kelaminnya sendiri. Namun, tidak semua orang di dunia akan memahaminya, jadi ingatkan anakmu bahwa mereka tidak boleh menyentuh kelamin mereka sendiri ketika orang luar ada di sekitarnya.
Selain itu, usahakan untuk selalu menjaga wajah netral ketika ayah atau bunda melihat buah hati menyentuh kelaminnya sendiri. Beberapa balita nakal mungkin melakukannya hanya untuk mengganggu dan menggoda orangtuanya.
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.