Ilustrasi pasangan suami istri yang sedang berhubungan intim. (Google/Edited by HerStory)
Kanker prostat memiliki beragam faktor pemicu yang sering tak disadari oleh banyak pria. Salah satunya kebiasaan bersenggama yang dianggap memperbesar peluang terjadinya kanker prostat. Bagaimana faktanya?
Dilansir dari Viva.co.id, dituturkan Dokter Spesialis Urologi, Prif. dr. Chaidir Arif Muchtar SpU(K), PhD, dalam acara Hidup Sehat, TvOne, baru-baru ini, bahwa risiko kanker prostat meningkat seiring bertambahnya usia. Semakin tua usia seorang pria, maka risiko mengidap kanker prostat pun akan makin besar.
"Jadi risiko itu meningkat di atas 50,60,70 tahun risiko akan makin meningkat. Bahkan 80 tahun, 80 persen kemungkinan kelenjar prostatnya terjadi perubahan ke arah kanker. Tapi ada sel kanker jenisnya ganas, menengah ganas jadi tergantung profil gennya," tuturnya.
Lebih dalam. Prof Chaidir menyebut bahwa kaitan kanker prostat dan bersenggama masih masih kontroversi. Berdasarkan pada sebuah penelitian, terlihat bahwa pria yang rutin ejakulasi atau aktivitas seks hingga 20 kali perbulan menurunkan risiko kanker prostat.
"Ini jumlah yang tidak banyak orang punya kemampuan untuk lakukan itu. Jadi cenderung sulit dikatakan fakta," ujarnya.
Di penelitian lain yang lebih luar, terlihat tak ada hubungannya antara hubungan seks dengan kejadian kanter prostat. Sebab, rutinitas seks tiap orang tak memengaruhi risiko kanker prostat.
"Fakta iya dikaitkan dengan jumlah hubungan seks, tapi kalau terllau banyak juga tidak pas dengan kondisi dan kemampuan sehingga bisa dikatakan mitos," kata dia.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.