Ilustrasi pasangan suami istri yang sedang berhubungan intim. (Google/Edited by HerStory)
Berhubungan intim memang sangat menyenangkan dan memiliki berbagai manfaat. Namun sayangnya, terkadang ada saja masalah yang muncul tanpa bisa dicegah, salah satunya gancet.
Dilansir dari Medical News Today, Selasa, dalam medis kondisi gancet disebut juga dengan penis captivus dan terjadi ketika penis terjepit di vagina saat berhubungan seksual. Namun, laporan mengenai kejadian ini masih sangat jarang.
Mr P tersangkut di vagina merupakan salah satu kemungkinan hasil dari kondisi yang disebut vaginismus, di mana vagina menutup tanpa sadar karena kejang otot yang terjadi di panggul.
Jika penis captivus terjadi, kemungkinan efeknya hanya sementara. Kedua pasangan harus tetap rileks, agar otot-ototnya tidak kaku, sehingga kondisi ini teratasi.
Lalu, bagaimana penis captivus bisa terjadi?
Saat pria terangsang, penis akan terisi dengan darah kemudian menjadi ereksi sebagai persiapan untuk berhubungan seksual. Sementara pada wanita, dinding vagina mengendur dan vulva melumasi untuk persiapan penetrasi seksual.
Dinding vagina terdiri dari jaringan otot yang mengembang dan berkontraksi pada waktu yang berbeda saat berhubungan seks, seperti saat orgasme. Kontraksi ini bisa sangat kuat dan terkadang lebih kuat dari biasanya.
Dalam beberapa kasus, vagina dapat berkontraksi dengan kekuatan yang cukup untuk menempel dengan penis. Hal ini dapat mempersulit pasangan untuk terpisah. Namun, setelah kontraksi vagina ini berakhir, dinding vagina akan mengendur.
Durasi terjadinya penis captivus bervariasi. Ketika darah mengalir dari penis, ini akan menjadi lebih kecil dan lebih lembut. Ketika salah satu atau kedua hal ini terjadi, pasangan harus segera terpisah.
Karena kurangnya laporan medis terkait kejadian ini, penis captivus diasumsikan sebagai fenomena yang hanya terjadi sementara, yang menimbulkan ketidaknyamanan namun tidak berlangsung lama.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.