Menu

Seksolog: Orgasme Bukan Masalah Teriak-teriaknya Doang, tapi…

01 April 2022 21:07 WIB

Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock/Edited By Herstory)

HerStory, Jakarta —

Seksolog, Zoya Amirin, M.Psi, FIAS., mengatakan, hubungan seks yang berkualitas itu adalah yang memuaskan kedua belah pihak, yakni kedianya sama-sama mencapai orgasme. Bukan having sex sekadar untuk memenuhi kewajiban saja.

“Orgasme itu bukan masalah teriak-teriaknya doang, tapi soal apa yang kita rasain. Kalau kita aja gak tahu the real orgasm itu rasanya kayak seperti apa, gimana caranya biar aku turn on, gimana sih daerah zona erotisku, harus diapain sih zona erotisku, kalau si wanita sendiri gak tahu dimana peta seksualnya sendiri, ibaratmya gini, lu masuk ke hutan belantara kira-kira gimana, lu akan sesat diranjang. So its your responsibility to know, bahwa gimana caranya kamu bisa turn on. Its your responsibilities sekali lagi,” beber Zoya, saat sesi Instagram Live, beberapa waktu lalu.

Lantas, bagaimana cara membuat wanita orgasme di ranjang? Zoya bilang, yang bisa membantu wanita mencapai orgasme itu, pertama yang paling penting adalah mood.

“Wanita itu untuk bisa membangun moodnya, gak bisa diem-diem aja. Gak ada salahnya nih wanita yang memulai untuk sexting duluan. Itu akan membuat mood jadi oke,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut Zoya, kedua pasangan pun harus sama-sama bereksplorasi dan bereksperimen mengenai hal yang disukai dan tidak disukai.

“Pada saat mau foreplay kalau bisa jangan di ranjang dulu. Si wanita itu harus dikasih sexting dulu, digodain dulu. Nanti pas di ranjangnya, dieksplornya mulai dari level 1, lalu naik ke 2, ke 3 dst. Biar wanita itu lebih bergelinjang. Biar pas having sex-nya itu nanti dia akan lebih bergairah,” saran Zoya.

Lebih lanjut, Zoya menekankan bahwa dengan atau tanpa orgasme, pasangan harus bahagia jika mendapatkan seks yang membuat nyaman kedua belah pihak.

“Good quality of sex itu yang penting. Bagaimana pasangan mampu memberikan rasa nyaman dalam melakukan seks, dia merasa dirinya bahagia dan mendapatkan cinta yang utuh dari pasangannya. Itu yang dibilang level tertinggi. Bukan dari bagaimana dia mendapatkan kepuasan seks dengan cara mendapatkan orgasme,” tuntas Zoya.

Artikel Pilihan