Ilustrasi wanita sedang stres. (Pinterest/Freepik)
Banyak yang menganggap bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah perkara mudah dan menyenangkan. Padahal hal tersebut tentunya salah sebab gak semua orang dapat melakukannya bahkan gak jarang Moms terkena stres karenanya.
Dalam sebuah rumah tangga, wanita atau istri ternyata lebih rentan mengalami stres dibandingkan dengan pria. Hal ini terjadi sebab adanya ketimpangan gender yang mengharuskan wanita mengemban tanggung jawab penuh atas rumah tangga.
Ingin tahu alasan mengapa ibu rumah tangga rentan mengalami stres? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini, Selasa (5/4/2022).
Terdapa banyak kegiatan atau pekerjaan fisik yang dilakukan seorang ibu rumah tangga sehari-harinya, meliputi memasak, belanja, membersihkan rumah, mengurus suami, dan mengurus anak. Terkadang pekerjaan tersebut dilakukan dalam waktu bersamaan seperti memasak semabari menggendong anak dan belanja sembari mengasuh anak.
Ibu rumah tangga diharuskan untuk tetap siaga sepanjang hari apabila terjadi situasi yang tak terduga, seperti anak menangis atau kondisi lainnya. Hal tersebut dapat membuatnya kelelahan dan bisa menyebabkan stres. Membagi pekerjaan rumah dan menyadari bahwa pekerjaan rumah tangga adalah tugas suami dan istri, tentu sangat berarti untuk kesehatan mental seorang ibu rumah tangga.
Saat ini banyak sekali ibu yang mempunyai peran ganda sebagai ibu rumah tangga serta seorang wanita karier. Hal tersebut membuat banyak ibu rumah tangga merasa minder dan sering merasa gak diakui karena hanya berada di dalam rumah saja.
Ibu rumah tangga kerap kesulitan utuk memiliki waktu luangnya sendiri dikarenakan pekerjaan yang dilakukan terus-menerus. Terkadang dia lupa untuk sekedar memenuhi kebutuhannya sendiri karena seluruh waktunya diberikan kepada anak dan keluarganya. Minimnya waktu luang tersebut bisa membuat seseorang rentan mengalami stress.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, konstruksi sosial dengan brutal "mengurung" peran perempuan yang kerap membatasi ruang geraknya sebagai mansia. Misalnya saja, masyarakat selalu menyebutkan bahwa setiap urusan keluarganya menjadi tanggungjawab seorang ibu rumah tangga.
Bila ada sesuatu yang salah terhadap anaknya dia kerap dihakimi oleh orang lain, misanya seperti memakai baju yang kotor atau bila anak terlalu kurus. Hal tersebut acapkali membuat seorang ibu rumah tangga merasa stres dan depresi. Lagi-lagi, kesadaran dan dukungan dari orang-orang sekitar, terutama suami sangat dibutuhkan untuk mencegah hal ini.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.