Ilustrasi organ kelamin pria (Himedik/Edited by HerStory)
Pria kerap mencari beragam cara untuk memuaskan pasangannya diranjang, termasuk menonton film porno dengan dalih mencari inspirasi gaya bercinta. Alih-alih bikin pasangan puas, keranjinan nonton film biru bisa berdampak pada disfungsi ereksi alias penis yang nggak mampu mengeras serta loyo.
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, Dr. Tjhin Wiguna mengatakan bahwa kecanduan pada pornografi memicu kondisi disfungsi ereksi atau medis dikenal pornograpyh-induced erectile dysfuntion. Menurutnya, orang menonton film yang berkonten porno membuatnya memulai masturbasi secara eksesif untuk kenikmatan dirinya sendiri.
"Akibatnya kalau dia melihat banyak sekali konten pornografi yang luar biasa, maka dia mempunyai fantasi-fantasi seksual yang nggak realistis," ujarnya pada acara launching virtual Men's Health and Couple's Well-being Clinic Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) kencana.
Hal itu membuatnya lebih asyik untuk merangsang dirinya sendiri dan mendapatkan kepuasaan buat dirinya sendiri. Lambat laun, masturbasi yang berlebihan dan nggak ada kemampuan ereksi saat melihat pasangan, bisa memicu gangguan pada penisnya.
"Tentunya ini nggak berdampak baik buat pasangannya karena akan memicu terjadinya konfilk," tuturnya.
Untuk itu, Tjhin menyarankan bahwa individu dengan disfungsi seksual mungkin perlu melakukan konsultasi dengan psikiater agar dapat mengenali secara dini masalah kesehatan jiwa yang mungkin perlu mendapatkan tata laksana yang sesuai. Dengan begitu, akar permasalahan disfungsi ereksi bisa ditangani lebih cepat dan tepat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.