Illustrasi pasangan merasa keenakan di ranjang (Ist/Jawapos.com)
Bagi pengatin baru, melakukan aktivitas seks di ranjang tentunya menjadi hal yang baru dan menyenangkan. Lantaran, aktivitas tersebut merupakan kunci dalam rumah tangga untuk mempererat hubungan suami istri agar lebih dekat dan harmonis.
Dikutip dari GenPI.co, Dr. Sanam Hafeez, seorang psikolog sekaligus pendiri Cimprehensive Psychological Sevices, mengatakan, "Penting untuk mempertahankan kehidupan seks yang bisa memperkuat ikatan dan keintiman, apalagi jika kamu sudah menjalani hubungan selama bertahun-tahun."
Namun, apakah harus terus-terusan melakukan hubungan seks demi hubungan yang awet dan tak diganggu rumput tetangga? Pertanyaan tersebut sering ditanyakan sebagaian orang yang kadang kurang paham memaknai hubungan seks dalam kehidupan rumah tangganya.
Sebuah studi yang diterbitkan secara daring dalam Jurnal Archives of Sexual Behavior melaporkan, bahwa rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat setidaknya hubungan seks sebanyak 54 kali dalam setahun.
Itu artinya rata-rata orang Amerika melakukan hubungan seks seminggu sekali sepanjang tahun. Namun demikian, angka di atas bukanlah tolak ukur yang menajdi sebuah keharusan.
Sebetulnya nggak pernah ada patokan angka pasti buat menentukan berapa kali moms dan suami seharusnya hubungan seks dalam seminggu atau dalam setahun.
Frekuensi hubungan seks untuk setiap pasangan bisa dipengaruhi olah banyak faktor berbeda dan tak bisa dinilai dari berapa kali dalam seminggu atau setahun.
Mulai dari usia, kesibukan dan gaya hidup, karena kesehatan masing-masing pasangan, tingkat gairah, dan tentu saja kulaitas hubungan pasangan secara keseluruhan.
Pakar hubungan asmara dari New York University berpendapat bahwa kepuasan pasangan nggak bisa hanya dinilai dari seberapa sering moms dan suami hubungan seks tapi lebih kepada kualitas komunikasi yang terbuka. Keintiman rumah tangga juga nggak bisa jika hanya dipatokan dari hubungan seks saja.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.