Ilustrasi perceraian. (Pinterest/freepik)
Perceraian orang tua seringkali mengorbanan kehidupan dan masa depan anak. Akibatnya si kecil bakal merasakan stres harus memilih hidup bersama Ayah atau Ibu.
Untuk menghindari trauma yang menyakitkan, sebaiknya orang tua perlu untuk berbicara dari hati ke hati kepada sang anak.
Oleh karenanya, di bawah ini terdapat 4 cara yang bisa kamu lakukan untuk menjelaskan perceraian kepada anak, seperti dilansir dari GenPI.co, Selasa (19/4).
Ketika perceraian baru sekadar rencana. Kamu nggak perlu memberitahukan kepada Si Kecil. Lebih baik hal semacam ini disampaikan saat kamu dan pasangan telah benar-benar sepakat untuk berpisah.
Pastikan kamu memilih waktu saat emosi anak sedang tak dalam keadaan tertekan, misalnya tengah menghadapi ujian sekolah. Ada bagian otak yang terus menyimpan kejadian buruk.
Maka ketika kamu akan menjelaskan pada anak tentang perpisahan, luka tersebut mungkin akan terus tersimpan dalam memorinya.
Meski telah berpisah, kamu dan pasangan tetapi memiliki peran yang sama sebagai orang tua. Menjelaskan soal perpisahan kepada anak secara bersama-sama bisa menghindari kebingunan pada anak.
Selain itu, anak juga nggak hanya akan mendengar satu versi cerita saja apabila kedua orang tuanya menjelaskan secara bersama-sama.
Menurut Paul Coleman, psikolog sekaligus penulis buku How to Say It to Your Kids, menjelaskan soal perceraian bersama-sama akan bisa menjaga kepercayaan anak terhadap kedua orang tuanya.
Dan bagi pasangan yang telah memiliki llebih dari satu anak, kamu harus memberitahukan masalah ini kepada semua anak, bukan hanya pada anak tertua.
Jangan lupa mempersiapkan mental dan atur strategi dalam menjawab pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan anak ketika mengetahui bahwa ayah dan ibunya telah berpisah.
Cinta orang tua memang sudah pudar, tapi cinta terhadap anak-anak akan selamanya tumbuh. Pastikan anak mengetahui bahwa kedua orang tuanya tetap mencintainya meski sudah gak tinggal dalam satu rumah lagi.
Satu hal yang nggak kalah penting. Kamu juga perlu untuk tetap menunjukkan rasa sayang terhadap mantan pasangan di hadapan anak.
Dengan begitu, anak akan merasa bahwa dirinya tetap memiliki ayah dan ibu meski telah berpisah.
Memberitahu soal perceraian kepada anak nggak selalu harus dilakukan secara mendetail. Dengan kata lain, anak nggak perlu tahu cerita sesungguhnya di balik perceraian kamu, khususnya jika anak masih kecil.
Kamu disarankan untuk memberikan penjelasan singkat dan mudah dicerna anak, misalnya "Ayah dan ibu memutuskan untuk gak tinggal bersama lagi karena harus memikirkan beberapa hal. Tapi kamu tetap bisa bertemu ayah pada akhir pekan atau ketika kamu kangen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.