Ilustrasi virus corona mengintai manusia. (Pixabay/Tumisu)
Pandemi virus corona belum juga berakhir sampai saat ini. Jumlah kasus yang positif terinfeksi virus corona di Indonesia saja sudah mencapai lebih dari 100 ribu. Selain itu, sudah banyak juga korban jiwa akibat terpapar virus corona. Tapi, orang yang sudah pernah terpapar virus corona katanya memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Benarkah?
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk pertama kalinya menyatakan bahwa orang yang telah sembuh dari paparan virus corona atau Covid-19 kemungkinan akan memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.
Namun, meskipun pasien yang sembuh memiliki kekebalan terhadap virus corona, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa kekebalan itu enggak akan bertahan lebih dari tiga bulan.
"Orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 tak perlu dikarantina atau dites lagi hingga tiga bulan selama mereka tak menunjukkan gejala lagi. Namun, orang yang menunjukkan gejala lagi dalam 3 bulan setelah serangan pertama virus corona, mungkin perlu diuji lagi untuk mengetahui gejala mereka," kata pedoman CDC yang baru-baru ini diperbarui.
Buku pedoman penanganan virus corona atau Covid-19 yang sudah diperbarui oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga membahas seputar waktu pemulihan selama pasien menjalani perawatan hingga kemungkinan adanya terinfeksi virus corona lagi.
Ilmuwan di seluruh dunia hingga saat ini masih mencoba mencari tahu seberapa protektif antibodi yang dikembangkan untuk melawan virus corona atau Covid-19.
Sebagian besar dari Ilmuwan memperkirakan bahwa antibodi pasien sembuh dari virus corona hanya bisa bertahan dalam hitungan beberapa minggu dan beberapa bulan.