Menu

Waspadai Gejalanya! Virus Hendra Disebut Bakal Berpotensi Jadi Pandemi, Epidemiolog: Bisa Saja Sudah Ada di Indonesia, tapi…

30 Mei 2022 13:20 WIB

Kelelawar. (Unsplash/Edited by HerStory)

HerStory, Bogor —

Pandemi Covid-19 belum usai, namun kini dunia kembali dihebohkan dengan kemunculan virus baru, yakni Hendra virus (HeV).

Para peneliti di Griffith University Australia menyebut bahwa varian dari virus hendra bisa menular ke manusia.

Virus ini juga terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di Australia, wilayah federal New South Wales hingga Queensland.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyebut, virus hendra bisa berpotensi menjadi pandemi.

Meskipun begitu, kata Dicky, virus Hendra sangat jarang dikabarkan menjangkiti manusia.

"Kita tau bahwa Henipavirus yang terdiri dari Nipahviru (NiV) dan hendra virus merupakan dua jenis virus yang berpotensi menjadi pandemi," kata Dicky, dikutip GenPI.co, Senin (30/5/2022).

Menurutnya, virus Hendra bisa saja sudah ada di Indonesia, tetapi tidak terdeteksi.

Hal tersebut diketahui berdasarkan studi serologi yang menemukan 20-25 persen jenis kelelawar memiliki antibodi terhadap virus hendra.

Adapun jenis kelelawar tersebut ditemukan di Kalimantan dan Sulawesi.

Dicky mengatakan, deteksi dini dan pencegahan harus dilakukan guna menimimalkan risiko penyebaran virus tersebut.

“Masyarakat yang memiliki peternakan kuda rutin membersihkan kandang dan kotoran," jelasnya.

Hal itu perlu dilakukan karena kuda merupakan hewan yang dilaporkan banyak terpapar virus tersebut.

Seperti yang diketahui, gejala virus hendra muncul pada 5 hingga 21 hari setelah kontak erat dengan hewan yang terinfeksi.

Penderita akan mengalami, demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan kelelahan.

Jika gejala tersebut parah, bisa menyebabkan meningitis atau ensefalitis (radang otak), kejang-kejang, hingga koma.

Tetap waspada ya, Beauty!

Lihat Sumber Artikel di GenPI

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Artikel Pilihan