Menu

Istri Harus Tahu! Berikut Masalah Seksual yang Bisa Dialami Para Suami

02 Oktober 2020 21:30 WIB

Ilustrasi pasangan suami istri yang bertengkar (irishtimes.com/Edited by Herstory)

HerStory, Bogor —

Tak hanya wanita saja, masalah seksual juga bisa terjadi pada pria. Jika tak segera diatasi, masalah seksual bisa mempengaruhi kehidupan pernikahan suami istri, lho! 

Penyebab timbulnya masalah seksual pada pria bisa jadi karena kondisi fisik dan psikis atau masalah kesehatan tertentu. Melansir dari beautynesia, Jumat (2/10/2020) berikut beberapa masalah seksual yang sering dialami para pria.

1. Disfungsi Ereksi

Masalah seksual yang kerap dialami pria adalah sulitnya mendapatkan atau mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seks. Jika ini kamu alami, ini merupakan ciri-ciri dari disfungsi ereksi (DE). Disfungsi ereksi terjadi ketika tidak ada cukup aliran darah ke penis yang bisa membuat ereksi bertahan lebih lama. Pada beberapa kasus, disfungsi ereksi kerap dikaitkan dengan kondisi seperti penyakit pembuluh darah, ketidakseimbangan tiroid, diabetes dan hipertensi. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengkonsultasikan diri ke dokter. Mungkin akan ada obat-obatan yang diberikan untuk mengatasi masalah ini.

2. Ejakulasi Dini

Selanjutnya, masalah ejakulasi dini juga kerap menjadi persoalan seks yang dialami oleh pria. Ejakulasi dini dapat terjadi akibat dari masalah ereksi hingga persoalan kecemasan dan depresi. Jika ini terjadi padamu, terapi seks dan obat-obatan bisa menjadi pilihan untuk membantu mengatasi ejakulasi dini.

3. Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi tertunda terjadi ketika seorang pria mengalami masalah dalam mencapai klimaks saat berhubungan seksual. Masalah ini dapat disebabkan oleh kerusakan saraf atau penyakit tiroid. Untuk mengatasinya, kamu dapat menanganinya sesuatu dengan penyebabnya. Hal ini termasuk perawatan dengan terapis seks dapat membantu menyelesaikan masalah.

4. Penyakit Peyronie

Penyakit peyronie merupakan masalah di mana penis memiliki kelengkungan yang menyebabkan rasa sakit saat ereksi. Gejala yang bisa dilihat antara lain adalah adanya benjolan di bagian atas atau bawah penis. Jika ini terjadi padamu, kamu dapat melakukan konsultasi pada dokter dengan menyuntikkan obat untuk mengecilkan benjolan keras. Jika itu tidak berhasil, dokter mungkin akan memberikan opsi operasi.

5. Testosteron Rendah

Level testosteron akan berada pada puncaknya pada usia 18. Hormon ini kemudian akan mulai menurun seiring bertambahnya usia. Tapi jangan khawatir, penurunan kadar testosteron alami dari waktu ke waktu tidak akan membuat jumlahtestosteronmu kurang.  Jika kamu mengalami kekurangan hasrat, disfungsi ereksi, dan masalah-masalah seksual lainnya, lakukanlah tes darah sederhana untuk mengungkap apakah kamu kekurangan hormon testosteron. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah terapi hormon dengan resep dokter.

Artikel Pilihan