Ilustrasi anak yang bersekolah di tengah pandemi. (Unsplash/Edited by HerStory)
Sebuah penelitian yang beberapa waktu baru saja diunggah di Journal Science mengatakan bahwa orang yang berusia remaja mampu menjadi superspreaders atau menularkan virus covid-19 ke banyak orang. Maksudnya bagaimana, sih? Nah, begini ternyata penjelasannya!
Studi ini sendiri dilakukan berdasarkan upaya pelacakan kontak atau tracing dalam sebuah skala besar yakni melibatkan tiga juta orang di India. Studi dilakukan di dua negara bagian di selatan India. Petugas kesehatan di sana bertugas untuk melacak dan juga menguji lebih dari 575 ribu orang dan mendapati 85 ribu kasus corona pada bulan Maret hingga Agustus kemarin.
Dari penelitian tersebut didapatkan 40 persen pasien corona enggak menularkn virus kepada orang lain, kemudian 8 persen pasien ditetapkan menjadi superspreaders dengan menyebabkan 60 persen kasus baru virus covid-19.
Ketika dicari tahu lebih dalam lagi ternyata pasien pertama yang berada di dalam rantai penularan yang menjadi superspreaders adalah sekelompok orang dewasa muda yang berusia 20 hingga 45 tahun dan diduga mereka bersentuhan dengan banyak orang lain.
Kelompok ini adalah orang-orang yang paling mungkin berada di luar rumah dan menularkan penyakit dari satu tempat ke tempat lain. Studi ini juga mendapatkan bahwa anak-anak bisa menjadi korban penularan dan menularkan virus covid-19 kepada orang lain.