Menu

Ingin Beli Pompa ASI? Coba Spectra Deh, Sebelum Itu Ketahui Dulu Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar

08 Oktober 2020 11:15 WIB

Pompa ASI Spectra Q Plus. (Aksesta.id/Edited by HerStory)

HerStory, Jakarta —

Jika kamu tak dapat menyusui bayi secara langsung, pastikan untuk memompa pada waktu bayi biasanya menyusui. Ini akan membantu payudara untuk terus memproduksi ASI.

Nah, pilihan pompa ASI yang populer di Indonesia adalah brand Spectra.  Brand Spectra memang sudah enggak asing lagi deh di kalangan para ibu menyusui. Pasalnya pompa ASI ini memiliki beragam tipe pompa ASI yang memiliki keunggulan masing-masing. Jadi, para ibu menyusui sudah tak perlu bingung lagi untuk memilih pompa ASI yang berkualitas.

Setelah menemukan pompa ASI yang tepat, tentu para ibu harus memastikan penggunaan pompa ASI dengan benar. Sebelum memompa, cuci tangan dengan sabun dan air. Jika sabun dan air tak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 60% alkohol. Pastikan area tempatmu memompa dan bagian pompa serta botol dalam kondisi bersih.

Setelah selesai sesi pemompaan berikut langkah-langkah yang harus dilakukan ibu menyusui:

  1. Simpan susu pada suhu kamar. ASI bertahan hingga 4 jam setelah pemompaan pada suhu kamar (hingga 25 derajat celcius).
  2. Dinginkan ASI di lemari es maksimal 4 hari.
  3. Tempatkan susu di dalam freezer. Jika kamu tak akan menggunakan ASI yang didinginkan dalam 4 hari setelah pemompaan, bekukan segera setelah pemompaan.
  4. Gunakan coolpack. Kamu dapat memasukkan ASI ke dalam coolpack hingga 24 jam setelah pemompaan. Setelah 24 jam di dalam coolpack, ASI harus disimpan di lemari es atau dibekukan agar awet.
  5. Saat menyimpan ASI, gunakan tas penyimpanan ASI, yang dibuat untuk membekukan ASI. Kamu juga dapat menggunakan kaca bersih atau botol plastik keras bebas BPA dengan tutup yang rapat. Jangan gunakan pelapis botol sekali pakai atau kantong plastik lainnya untuk menyimpan ASI.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana

Artikel Pilihan