Ilustrasi gangguan menstruasi (Manchaster Evening News/Edited by HerStory)
Beauty, kamu harus tahu bahwa menstruasi pada wanita pada umumnya terjadi setiap bulan dengan rata-rata siklus adalah 28 hari. Tetapi pada beberapa kasus, seorang wanita bisa mengalami kondisi di mana mereka enggak mengalami menstruasi atau yang biasa disebut dengan amenorrhea.
Amenorrhea sering dikenal dengan kondisi di mana wanita enggak mengalami pendarahan ketika menstruasi. Menurut artikel yang dilansir (12/10) Healthline dikatakan bahwa amenorrhea bisa terjadi karena beberapa alasan. Namun, dalam beberapa kasus, penyebab yang paling sering ditemukan adalah kehamilan.
Selain itu, amenorrhea juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor hidup lainnya seperti berat badan dan tingkat olahraga. Ketidakseimbangan hormone atau masalah pada organ reproduksi bisa juga menjadi penyebab kondisi ini muncul.
Amenorrhea sendiri memiliki dua jenis, yaitu amenorrhea primer dan sekunder. Berikut penjelasannya!
Amenorrhea primer adalah ketika wanita remaja telah mencapai atau melewati usia 16 tahun dan masih belum mendapatkan menstruasi pertamanya. Kebanyakan anak perempuan mulai menstruasi antara usia 9 dan 18, tetapi 12 adalah usia rata-rata. Sedangkan amenorrhea sekunder merupakan kondisi ketika seorang wanita berhenti menstruasi selama tiga bulan. Ini adalah bentuk amenorrhea yang lebih umum.
Gejala yang paling sering ditunjukkan pada kondisi amenorrhea adalah enggak adanya periode menstruasi. Hal ini bergantung pada penyebab terjadinya amenorrhea, mungkin kamu sudah mengalami beberapa tanda atau gejala lain yang bersamaan dengan enggak adanya menstruasi, seperti berikut ini!
Dalam kebanyakan kasus, kedua jenis amenorrhea ini dapat diobati secara efektif. Konsultasikan dengan dokter jika kamu sudah melewatkan setidaknya tiga periode menstruasi berturut-turut, atau ketika kamu belum pernah mengalami menstruasi di usia yang sudah cukup untuk mengalaminya yaitu ketika berusia 15 tahun atau lebih.
Perawatan untuk amenorrhea bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasari. Ketidakseimbangan hormon dapat diobati dengan hormon tambahan atau sintetis, yang dapat membantu menormalkan kadar hormon. Dokter mungkin juga bisa merekomendasikan untuk membuat perubahan gaya hidup sederhana jika berat badan atau rutinitas olahraga kamu ternyata berkontribusi pada kondisi amenorrhea.