Sejumlah kendaraan memadati jalur Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2020). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp)
Libur panjang menanti, namun masyarakat diimbau untuk tak bepergian ke luar rumah. Hal itu dilakukan guna mengakhiri pandemi virus corona.
Doni Monardo, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 membeberkan bahwa libur panjang dapat meningkatkan risiko infeksi virus corona. Hal ini tentu sangat dikhawatirkan karena akan berpengaruh terhadap kinerja tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19.
"Ketika kasus-kasus positif COVID-19 meningkat, pasien di rumah sakit bertambah maka secara paralel data yang kami terima, angka kematian dokter pun bertambah," beber Doni saat konferensi persi di BNPB, Rabu (21/10/2020).
"Oleh karena itu, cuti kali ini jangan sampai menimbulkan masalah baru," lanjutnya.
Selain itu, Doni juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya Presiden Jokowi pun telah mengimbau berbagai pihak untuk meminimalisir angka penularan virus corona di saat libur panjang minggu depan.
"Kita hanya dituntut untuk patuh pada protokol kesehatan selama liburan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan tentunya kita harus selalu sering cuci tangan," imbuh Doni.
"Jangan lupa tetap berdoa untuk memohon kepada Allah SWT agar kita senantiasa diberikan perlindungan," sambungnya.
Doni pun meminta masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan rajin olahraga dan istirahat yang cukup. Tak lupa, ia juga mengatakan untuk selalu berpikir positif agar rentan dari stres yang bisa picu penyakit.