Seperti yang kita ketahui polusi udara menjadi masalah global. Sama halnya dengan Jakarta dan daerah sekitarnya. Bahkan tahun lalu Jakarta sempat menjadi ibu kota dengan tingkat polusi udara yang tinggi. Tentu saja polusi ini berdampak bagi kesehatan masyarakat. Bahkan menurut penelitian dari University of Chicago mengatakan bahwa penurunan angka kelamaan hidup di Jakarta mencapai 4,8 tahun.

Kualitas udara Jakarta sendiri mengalami penurunan tiap tahunnya. Bahkan hari di mana kualitas udara bagus atau sehat sangat sedikit.

“Dari 2017 hingga 2019 jumlah harian kualitas udara yang terbilang bagus itu menurun dan jumlah hari yang kualitas udaranya tidak sehat naik hingga 15 kali,” ujar Piotr Jakubowski, Co-founder & Chief Growth Officer Nafas dalam acara jumpa pers virtual mengenai pemaparan hasil pantauan udara Jabodetabek untuk olahraga outdoor yang aman dari aplikasi nafas.

Terdapat juga partikel berbahaya yang ada dalam polusi udara yaitu PM 2.5.

“PM 2.5 itu merupakan debu yang sangat kecil sekali bahkan lebih kecil dari pada rambut kita, sehingga penetrasi ke dalam saluran nafas bisa masuk hingga ke ujung paru-paru,” ucap Dr. Erlang Samoedro sebagai dokter spesialis paru.

Lalu di tengah-tengah kualitas udara yang buruk ini, apakah boleh berolahraga di luar ruangan?

Pada dasarnya ada cara untuk berolahraga outdoor, tetapi tetap terhindari dari kualitas udara yang buruk. Salah satu cara adalah menggunakan aplikasi Nafas. Aplikasi Nafas merupakan aplikasi untuk memantau data kualitas udara, tersedia di Android dan iOS. Aplikasi ini dapat membantu supaya kamu tetap bisa berolahraga dengan udara yang sehat.

Berikut langkah aman untuk kamu yang mau berolahraga outdoor dengan udara yang sehat.

Baca Juga: Daftar Makanan Sehat yang Wajib Dikonsumsi setelah Olahraga