Duchess Camilla baru resmi menjadi bangsawan Inggris yang sesungguhnya pada tahun 2005 ketika dia menikah dengan Pangeran Charles, tetapi dia telah menjadi tokoh dalam drama kerajaan sejak pertama kali bertemu dan berkencan dengan Pangeran Charles di tahun 70-an.

Duchess of Cornwall yang sekarang dan Pangeran Wales tampak bahagia bersama ketika kita melihat mereka di pertunangan kerajaan. Namun, selama pernikahannya dengan Putri Diana, Camilla adalah wanita lain yang terlibat dalam skandal kerajaan terbesar belakangan ini. 

Drama percintaan Camilla-Charles-Diana itu mulai dimunculkan pada musim ketiga serial 'The Crown' di Netflix dan berlanjut ke musim keempat ketika diperkenalkan karakter Lady Diana Spencer ke dalam serial tersebut dan menggambarkan kisah cintanya dengan Pangeran Charles.

Menurut sumber bangsawan, Duchess Camilla (yang asli) enggak terlalu mengambil serius tentang karakternya di dalam serial tersebut yang diperankan oleh Emerald Fennell.

“Saya membayangkan dia akan menonton dengan segelas anggur merah untuk menontonnya; dia telah melihat seri sebelumnya," kata seorang teman Duchess Camilla yang dilansir dari Vanity Fair. 

“Dia (Duchess Camilla) memiliki selera humor yang bagus, dan ini enggak akan membuatnya kesal sedikit pun. Dia sudah menontonnya, tentu saja, dan saya yakin (Charles) juga," lanjut sumber itu. 

Meski orang dalam istana membocorkan Pangeran Charles dan Camilla menonton serial dokumenter yang terdapat karakter diri mereka sendiri di dalamnya, ternyata enggak semua anggota keluarga kerajaan menonton episode baru 'The Crown'.

"Ratu gak mau menonton dirinya sendiri dalam program TV fiktif, sementara Anne tidak punya waktu untuk omong kosong seperti itu," kata sumber bangsawan lain, yang terdengar sangat cocok untuk Raja dan putri satu-satunya, Putri Anne.

Coba bayangkan anggota kerajaan bisa dengan bebas mengekspresikan diri mereka dan menuangkannya ke dalam sosial media. Akan seperti apa reaksi yang mereka lontarkan ke publik saat menonton karakter mereka sendiri dalam film dokumenter tersebut?

Karena masalah terbesarnya adalah, mereka masih hidup dan masih bisa mengoreksi kalau ada kesalahan atau hal yang mereka enggak suka dalam serial 'The Crown'.

Namun kembali lagi, film dokumenter ini bersifat fiksi, enggak 100% sesuai dengan apa yang pernah terjadi.