Ilustrasi kesehatan jantung. (pinterest/freepik)
Sindrom Holiday Heart, meskipun bersifat reversibel, dikaitkan dengan beberapa komplikasi yang mengancam jiwa. Ini dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular baru atau jika tidak ditangani dapat memperburuk kondisi yang ada dengan cepat.
Kondisi ini dapat menyebabkan aritmia yang mengancam jiwa dan pneumonia yang didapat masyarakat. Masalah ini JUGA dapat menyebabkan tromboemboli yang merupakan penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah.
Sebuah studi Swedia tentang risiko infark miokard selama liburan nasional, acara olahraga, dan berbagai periode waktu dengan data 16 tahun menemukan bahwa risiko yang lebih tinggi terbukti selama liburan Natal dan Tahun Baru.
"Hubungan risiko yang lebih tinggi saat Natal lebih terlihat pada orang yang lebih tua dari 75 tahun, mereka yang diketahui menderita diabetes, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit arteri koroner," demikian temuannya.
"Kami mengamati risiko infark miokard yang lebih tinggi selama liburan Natal/Tahun Baru dan pertengahan musim panas, tetapi tidak pada Paskah. Acara olahraga tidak dikaitkan dengan risiko infark miokard yang lebih tinggi. Kami mengamati insiden puncak yang menonjol pada minggu kalender ke-52, Senin, dan pada Jam 8 pagi," tambahnya.
Meskipun kesenangan dan kegembiraan sangat penting selama liburan, penting juga untuk menjaga kesehatanmu ya, Beauty,
Pakar kesehatan mengatakan meskipun ini adalah tahun di mana kamu perlu bersantai, tapi kamu gak boleh mengganggu kebiasaan makan sehari-harimu. Hindari mengonsumsi makanan kaya lebih banyak, batasi minuman dan yang terpenting tetap tenang.
Tindakan pencegahan setelah pesta seperti istirahat yang cukup, minum obat jika kamu sudah berkonsultasi dengan dokter jika ada masalah jantung yang sangat penting.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.