Tiara Pangestika atau akrab disapa Tipang, istri dari seorang Youtuber terkenal, Arief Muhammad kini sudah memasuki usia kehamilan 7 bulan. 

Acara tujuh bulanan yang digelar oleh pasangan tersebut bernuansa adat tradisional Jawa dan berjalan begitu khidmat.

Intip potret kebahagiaan Tipang dan Arief yang diunggah melalui akun Instagram @tiarapangestika, yuk!

Pertama adalah proses pengajian

"Alhamdulillah, pengajian nujuh bulanan berjalan dengan lancar dan sakral. Semoga do'a dan harapan yang telah kami panjatkan, dikabulkan Allah SWT, dan segala urusan kami dimudahkan jalannya hingga proses persalinan nanti," tulis Tipang dalam unggahan fotonya.

Setelah proses pengajian, ada upacara adat Jawa yang disebut dengan Mitoni atau Tingkeban

"Cerita sedikit tentang Upacara Adat Jawa: Mitoni dan Tingkeban, yang biasanya dilakuin di usia 7 bulan kehamilan," jelas Tipang pada unggahan fotonya.

Upacara adat tersebut dimulai dari acara sungkeman

"Prosesi dimulai dengan sungkeman, aku & Suami sungkeman dulu ke Orang Tua, minta dibukakan pintu maaf, berterima kasih karena udah membesarkan kita, sekaligus minta doa restu supaya dilancarkan proses persalinan nantinya. Terus dilanjutin aku sungkem ke Suami," lanjut Tipang.

Selanjutnya, proses siraman yang dilakukan oleh 7 orang, yaitu Arief Muhammad (Suami Tipang), kedua orang tua Tipang dan Arief, dan 2 orang kerabat 

Air yang disiram berasal dari 7 sumber yang sudah dicampur kembang setaman dan satu buah kelapa. Tipang mengaku bahagia dan bangga menjadi orang Indonesia yang kaya dengan tradisi dan budaya.

Kemudian, ada prosesi pecah kendi yang dilakukan oleh kedua calon nenek

Jadi, kedua calon nenek ini menangkap dua buah kelapa yang sudah diukir dan diselipkan ke kain calon ibu. Lalu, kelapa tersebut ditimang sambil dinyanyikan lagu atau solawat.

"Terus Calon Bapak belah cangkir (kelapa yang udah diukir tokoh wayang Kamajaya & Kamaratih), dan lanjut nyicip-nyicip Uborampe," lanjut Tipang dalam tulisannya.

Setelah itu, ada acara 'pantes-pantesan'

Jadi, calon ibu mencoba baju sampai 7 kali dengan segala warna dan segala motif kain batik, kemudian bertanya pada tamu yang datang, "Sampun pantes nopo dereng?"

Acara ditutup dengan ulek rujak dan dodol dawet

Jadi, calon ibu dan ayah melayani tamu yang mau membeli dan dibayar dengan koin pecahan genteng.

Tipang mengaku melakukan prosesi ini bukan karena kepercayaan, tapi ingin melestarikan budaya Indonesia.

"Masing2 prosesi juga ada filosofi dan harapannya, tapi jujur aku ngelakuin ini bukan dalam rangka kepercayaan, tapi untuk pelestarian tradisi tanah kelahiran. Dan emang kalo bukan kita yang lestariin, siapa lagi? Adat adat unik daerah daerah kalian nggak?" tutup Tipang dalam tulisannya.     

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.