Di Indonesia masih sangat kental budaya yang mengekang wanita untuk berkembang. Meski sudah di zaman modern ini, stigma-stigma yang melekat di masyarakat sulit sekali hilang.

Salah satu stigma yang beredar adalah seorang wanita tugasnya hanya mengurus rumah tangga. Ketika seorang ibu bekerja, banyak yang menggangap bahwa anak menjadi enggak terurus.

Menanggapi hal tersebut, Poppy Octavia selaku wanita yang menjabat sebagai Chief Mom Officer di Madre Indonesia miris dengan pemikiran itu.

“Yang bikin sedih adalah stigma-stigma bahwa ibu enggak bertanggung jawab, ibu enggak ngurusin anak itu kebanyakan datang dari sisi perempuan,” ujarnya kepada redaksi HerStory di daerah Panglima Polim, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Baca Juga: Kemajuan Teknologi Jadi Alasan Poppy Octavia Dirikan Madre Indonesia

Poppy sendiri merasa bahwa dirinya termasuk wanita yang enggak mendengarkan omongan orang lain. Selama keluarga mendukung, ia akan lakukan apa yang diingkan. Ia juga berpendapat bahwa kebanyakan wanita Indonesia ingin dikatakan sempurna disetiap pekerjaannya, padahal itu akan menyiksa diri.

“Aku termasuk orang yang enggak begitu mikir hal itu sih sejujurnya, perempuan-perempuan itu suka menyiksa dirinya dengan kesempurnaan. Aku harus sempurna jadi ibu rumah tangga, aku harus sempurna jadi istrinya suami. Aku harus sempurna jadi ibu wanita karier. Pokoknya hidupnya harus sempurna,” tutur Poppy.

Ibu dari tiga orang anak itu juga mengatakan bahwa hal terpenting adalah memiliki support system. Oleh sebab itu, ia merasa beruntung enggak pernah menghadapi cacian orang mengenai pilihannya sebagai wanita karier. Serta sangat bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari keluarga.

“Jadi itu sebenarnya tentang bagaimana kita memilih kok, mana yang kita ingin dapatkan lebih mana yang lebih cukup di sini aja. Alhamdulillah aku enggak pernah terjadi kayak gitu sih. Keluarga besar kita enggak terlalu ketat, support system aku mungkin cukup baik menerima setiap personal untuk jadi dirinya sendiri sih. Dukungan keluarga penting, enggak usah dengar omongan luar,” tutupnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.