Ilustrasi infeksi Naegleria fowleri atau "ameoba pemakan otak". (Times of India/Edited By HerStory)
Sesuai laporan, pria Korea Selatan itu menderita sakit kepala, muntah, leher kaku, dan bicara cadel.
Menurut CDC AS, tanda-tanda pertama PAM mulai terlihat dalam 1-12 hari setelah orang tersebut terinfeksi.
Selain gejala yang disebutkan di atas, tanda lain termasuk mual dan demam pada tahap selanjutnya, diikuti kejang, halusinasi, dan bahkan koma pada tahap selanjutnya.
Infeksi menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan kematian rata-rata dalam waktu sekitar lima hari.
Dari 154 orang yang diketahui terinfeksi di Amerika Serikat dari tahun 1962 hingga 2021, hanya empat orang yang selamat, catat CDC.
Sebastian Deleon, sekarang berusia 22 tahun, adalah satu dari empat orang yang diketahui selamat dari infeksi mematikan dengan Naegleria fowleri.
Enam tahun setelah pengalaman mendekati kematiannya, Deleon memberi tahu Click Orlando tentang gejala dan perawatannya ketika dia dirawat di rumah sakit setelah berenang di kolam dekat rumahnya di Florida. Dia berusia 16 tahun saat itu.
CBS News melaporkan pada tahun 2016 bahwa Deleon mengalami sakit kepala yang sangat parah, sedemikian rupa sehingga dia tidak dapat mentolerir orang yang menyentuhnya.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: