Menu

Jadi Pegiat Lingkungan, Siska Nirmala Ajak Generasi Muda Terapkan Konsep Hidup Zero Waste Melalui Pilah Sampah

12 Januari 2023 11:52 WIB
Jadi Pegiat Lingkungan, Siska Nirmala Ajak Generasi Muda Terapkan Konsep Hidup Zero Waste Melalui Pilah Sampah

Siska Nirmala selaku penggiat gerakan Zero Waste Adventure dalam konferensi pers EIGER dan Lazada, Jakarta (Noorma/HerStory)

HerStory, Jakarta —

Beauty, hingga kini sampah masih menjadi persoalan yang belum kunjung terselesaikan. Hal ini terjadi sebab masih banyak orang yang sulit untuk memulai hidup bebas tanpa sampah atau biasa disebut zero waste. 

Meski begitu, bukan berarti kesadaran akan permasalahan ini belum ada, lho. Isu sampah adalah topik hangat yang sudah banyak diketahui, sayangnya belum mampu menggerakkan semua orang untuk ikut mengatasinya. 

Siska Nirmala, selaku pegiat dari Zero Waste Adventure dan EIGER Brand Ambassador, mengatakan bahwa tahapan awal untuk mulai hidup zero waste dapat dilakukan dengan hal yang mudah. Hal ini tak lain adalah memilah sampah pribadi.

“Kalau teman-teman yang sudah mulai aware soal masalah sampah dapat dimulai dari memilah sampah. Belajar memilah itu belajar memisahkan yang organik dan non-organik,” ungkapnya ketika ditemui oleh HerStory, pada konferensi pers oleh Eiger dan Lazada di Jakarta, Rabu (11/1/2022) kemarin.

Ia menegaskan bahwa sampah anorganik atau gak terurai dapat dikirimkan ke bank sampah. Hal ini bertujuan agar sampah tersebut dapat diolah dengan tepat sesuai dengan prosedur yang ada.

“Yang non-organiknya sebisa mungkin dipisahkan dan ditempatkan ke bak sampah, bisa ke pemulung, ataupun ekosistem yang ada di daerah teman-teman. Kalaupun gak ada cari tahu waste manajemen mana yang menerima sampah yang dikirim dari kita,” terang Siska Nirmala.

Sedangkan untuk sampah organik atau terurai, kamu dapat mengolahnya sendiri di rumah, Beauty. Sampah ini dapat dijadikan kompos sehingga nilai gunanya tetap ada meski sudah menjadi sampah.

“Kalau mulai pilah sampah, tahapan lainnya adalah mengolah sampah organik pribadi di rumah. Mengolah sampah organis itu penting karena ia menyelesaikan 50 persen masalah sampah. Ketika kita sudah mengompos sendiri di rumah masalah sampahnya itu udah selesai 50 persen. Sisanya nanti tinggal ditempati ke bank sampah,” lanjutnya.

Menurut Siska Nirmala, kesulitan paling mendasar mengenai isu pengolahan sampah ini adalah kemauan. Padahal, setidaknya dua tahun terakhirnya ini sudah mulai terbangun ekosistem yang ramah lingkungan, lho.

“Kesulitannya sebenarnya itu kemauan, sih. Karena seperti yang aku bilang, sekarang itu terutama 2 tahun terakhir ekosistemnya sudah mulai terbangun banget. Sudah banyak start up, UMKM, dan usaha kecil yang mulai bikin sistem pengolahan sampah yang terintegrasi. Tinggal kitanya aja mau cari atau enggak,” ujar Siska.

“Kesulitannya itu ketika mau mulai rasanya berat. Jadi kesulitannya sebenarnya dari diri sendiri aja,” sambungnya.

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan bahwa langkah awal yang dapat dimulai dalam menuju zero waste adalah memilah sampah. Seiring berjalannya waktu, kata dia, maka masyarakat akan semakin sadar mengenai permasalahan sampah dan muncul awareness untuk mulai hidup bebas sampah.

“Makanya cara paling mudah untuk menaklukkan yang berat itu adalah mulai dari yang gampang, pilah sampah aja dulu. Kalau kita belum bisa ngurangin sampahnya, maka sampah yang dihasilkan dipilah aja.

“Dari situ akan mulai sadar bahwa sampah yang kita hasilkan itu banyak. Jadinya muncul rasa ingin menguranginya. Yang muncul dari praktek pilah sampah adalah awareness untuk tahap selanjutnya,” tandasnya.

Baca Juga: Selamatkan Bumi, Ini 5 Langkah Sederhana Less Waste yang Bisa Diterapkan untuk Hidup Minimalis, Mau Coba Gak Beauty?

Baca Juga: Selalu Unggul dan Sukses, Ini 3 Zodiak Wanita Independent dan Inspiratif! Kamu Banget Gak Beauty?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Artikel Pilihan